Kisah Orang Shalih

Tidak Ada Kebaikan Selagi Mata Tidak Menangis

Ja’far bin Sulaiman berkata, “Tsabit mengadukan rasa sakit pada matanya karena banyak menangis, hingga hampir buta. Kemudian, keluarganya memanggil seorang dokter untuk mengobatinya. Sang dokter berkata, ‘Kalau kamu mau memenuhi permintaanku, saya jamin matamu sembuh.’ Tsabit bertanya, ‘Apa persyaratanmu?’ Dokter menjawab, ‘Jangan menangis!’ Tsabit berkomentar, ‘Tidak ada kebaikan selagi mata tidak menangis.’ Dia pun menolak untuk diobati.” (As-Siyar: 5/224)

Sumber: 99 Kisah Orang Shalih, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq, Cetakan ke-5, Shafar 1430/2009.
(Dengan penataan bahasa oleh redaksi www.KisahMuslim.com)

Previous post

Ibadahnya Imam Ahmad bin Hanbal, Imamnya Ahli Sunnah wal Jamaah

Next post

Abu Abdillah Al-Qalanisi dan Seekor Gajah

2 Comments

  1. […] This post was mentioned on Twitter by i.f. armudha. i.f. armudha said: Tidak Ada Kebaikan Selagi Mata Tidak Menangis: Ja’far bin Sulaiman berkata, “Tsabit mengadukan rasa sakit pada m… http://bit.ly/gQAe9V […]

  2. Asha
    January 18, 2011 at 11:16 am —

    dengan menangis, -insyaaAlloh- dapat melembutkan hati (hati tidak terasa gersang/tandus).

Leave a reply