Mutiara Faidah

Kisah Imam Masjid dan Supir Bus

Beberapa waktu yang lalu datanglah seorang imam yang baru di masjid London, salah satu kota di Inggris. Imam ini setiap harinya naik bis dari rumahnya menuju ke kota sehingga sering naik bis dengan supir yang sama.

Suatu hari beliau naik bis dan kemudian membayar harga karcisnya dan langsung duduk ! selang beberapa lama pak supir mengembalikan uang kembalianya, begitu beliau melihat uangnya, ternyata pak supir mengembalikan uang sisanya berlebih 20 pinis !

Sang Imam langsung berfikir untuk mengembalikan uang lebihnya karena bukan haknya. Tapi muncul dalam benaknya bisikan: lupakan urusan ini ! sisanya tidak seberapa, tidak ada seorangpun yang memperhatikannya, sebagaimana perusahaan bis mendapatkan pemasukan yang sangat banyak, uang segini tidak ada artinya bagi mereka dan tidak mengurangi sedikitpun pendapatannya!

Biar saya bawa, aku akan diam dan tidak akan aku kembalikan!

Berhentilah bis pada terminal yang dikehendaki sang Imam, sebelum keluar dari bis, Imam tersebut berhenti sejenak dan mengulurkan tangannya kepada sang supir dan berkata : ambillah ! anda memberikan kepada saya uang lebih dari yang semestinya aku terima !

Tersenyumlah sang supir seraya bertanya : bukankah anda Imam yang baru di masjid kota kami ini ? sejak beberapa waktu yang lalu aku berfikir hendak pergi ke masjid anda untuk mengenal agama Islam lebih dekat ! uang lebih tadi aku berikan kepada anda dengan sengaja untuk mengetahui bagaimana sikap anda !
Ketika sang Imam tadi turun dari bis, dia merasakan kedua lututnya menjadi lumpuh, tidak kuat menahan tubuhnya dan badannya hampir terjatuh merasakan beratnya peristiwa tersebut !

Kemudian berpegang dengan salah satu tiang di dekatnya, agar tidak terjatuh sambil memandang ke atas langit dan berdoa disertai tangisan : Ya Allah ! hampir saja aku menjual agama Islam dengan harga 20 pinis !

hikmahnya : janganlah sekali-kali meremehkan amanah sekecil apapun karena sekecil apapun amanah tersebut ada pertanggungjawabannya di hadapan Allah!

Ditulis oleh Ustadz Abu Saad
Artikel www.KisahMuslim.com

Previous post

Mengenal Kerajaan Syiah, Daulah Fatimiyah

Next post

Mengenal Raja Faishal bin Abdul Aziz Alu Su'ud

14 Comments

  1. suroto
    December 11, 2013 at 3:35 pm —

    Subhanallah….ternyata banyak juga harta yg kami makan selama ini banyak bukan haknya…mudah2 han Allah membimbing kami kejalan yg baik dan lurus.

  2. chozin chumaidy
    December 12, 2013 at 4:17 am —

    Subhanalah…..sangat inspiratif.
    Allah swt menguji hambanya kadang dengan hal hal yg kecil dan remeh.

  3. vesy
    December 12, 2013 at 9:33 am —

    ya Allah,, hampir saja. aku sering mengalami yg spt itu

  4. tauhid ichyar
    December 12, 2013 at 4:35 pm —

    Amanah, sekecil apapun tunaikan dengan benar.

  5. Mumus Mustikahadi
    December 13, 2013 at 6:27 am —

    Semoga kita tdk mengambil hak orang lain sekecil apapun.Amin.

  6. kgssulaiman
    December 15, 2013 at 10:36 pm —

    itu termasuk ujian dari Allah kepada hamba-Nya. remeh kelihatannya, tetapi berdampak sangat besar pada ahlak pribadi. jika terbiasa mengambil yang bukan haknya walau kecil, maka lama-lama tidak akan merasa berdosa jika mengambil yang besar karena sudah terbiasa. nice story..

  7. ira
    December 16, 2013 at 1:50 pm —

    Subhanallah

  8. Deba
    December 21, 2013 at 5:43 pm —

    Subhanallah… ampunilah kekalalain hamba y Allah!

  9. Indri
    December 29, 2013 at 8:22 am —

    Subhanallah…pelajaran yg sngat berharga…smoga kita smua bisa mengambil hikmahx.

  10. Puji
    December 30, 2013 at 4:13 pm —

    subhanallah,

  11. erna
    January 3, 2014 at 10:32 am —

    subhanallah…… sungguh islam itu indah…..membawa kita kepada jalan kebenaran

  12. amir
    January 17, 2014 at 7:03 am —

    woow, keren.

  13. ivan
    March 1, 2014 at 2:58 pm —

    subhanallah :0

  14. Mr.nunusaku
    May 31, 2015 at 6:35 am —

    Sesungguhnya islam itu sangat indah, keindahkan dari islam
    bisa kawin 4 isteri jika belum merasa kepuasan bisa bologami
    ini keindahan islam, setelah terasa istri pertama tidak memuasakan dapat dicereikaN KARENA PERINTAH DARI ALLAH SWT

Leave a reply