Mutiara Faidah

Pengaruh Penguasa Terhadap Rakyatnya

Pengaruh Penguasa Terhadap Rakyatnya

وقال ابن جرير: حدثني عمر ثنا علي – يعني ابن محمد المدائني – قال: كان الوليد بن عبد الملك عند أهل الشام أفضل خلائفهم، بنى المساجد بدمشق (2)، ووضع المنائر، وأعطى الناس، وأعطىالمجذومين، وقال لهم: لا تسألوا الناس، وأعطى كل مقعد خادما، وكل ضرير قائدا (3)، وفتح في ولايته فتوحات كثيرة عظاما، وكان يرسل بنيه في كل غزوة إلى بلاد الروم، ففتح الهند والسند والاندلس وأقاليم بلاد العجم، حتى دخلت جيوشه إلى الصين وغير ذلك،

Ibnu Jarir mengutip perkataan Ali bin Muhammad al-Madaini yang mengatakan, “al-Walid bin Abdul Malik menurut pandangan penduduk Syam adalah penguasa mereka yang terbaik. Beliaulah yang membangun berbagai masjid di kota Damaskus, membangun berbagai menara, memberi rakyat yang perlu bantuan finansial dan menggaji bulanan para penyandang lepra dan berkata kepada mereka, “Janganlah kalian mengemis”. Beliau memberikan kepada setiap orang yang lumpuh pelayan dan kepada setiap orang yang buta penuntun. Ketika beliau berkuasa beliau menaklukkan banyak negeri-negeri kafir. Beliau kirimkan semua anak laki-lakinya dalam setiap peperangan dengan Romawi. Beliau berhasil menaklukkan India, Spanyol dan berbagai negeri non-Arab. Pasukan beliau bahkan sudah memasuki Cina dan selainnya.

قال: وكان مع هذا يمر بالبقال فيأخذ حزمة البقل بيده ويقول: بكم تبيع هذه ؟ فيقول: بفلس، فيقول: زد فيها فإنك تربح.

وذكروا أنه كان يبر حملة القرآن ويكرمهم ويقضي عنهم ديونهم،

Meski demikian, suatu ketika beliau melewati penjual sayur-mayur lantas beliau mengambil satu ikat sayuran dengan tangannya lalu bertanya kepada penjual, “Berapa harganya?”. “Satu fulus”, jawab sang penjual sayur. Beliau kemudian mengatakan, “Tambahi sayurannya karena engkau terlalu untung dengan harga tersebut”.

قالوا: وكانت همة الوليد في البناء، وكان الناس كذلك يلقى الرجل الرجل فيقول: ماذا بنيت ؟ ماذا عمرت ؟

Para pakar sejarah mengatakan bahwa obsesi al-Walid bin Abdul Malik adalah membangun. Rakyatnya pun demikian. Jika ada seseorang bertemu kawannya maka pertanyaan yang terlontar, “Apa yang telah kaubangun saat ini? Kau makmurkan dengan bangunan apa tanah yang kau miliki?”

وكانت همة أخيه سليمان في النساء، وكان الناس كذلك، يلقى الرجل الرجل فيقول: كم تزوجت ؟ ماذا عندك من السراري ؟

Sedangkan obsesi saudaranya, Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik adalah perempuan sehingga rakyatnya pun demikian. Jika ada seseorang bertemu dengan kawannya maka yang pertama kali ditanyakan, “Berapa kali engkau menikah? Berapa budak perempuan yang kau gauli?”

وكانت همة عمر بن عبد العزيز في قراءة القرآن، وفي الصلاة والعبادة، وكان الناس كذلك، يلقى الرجل الرجل فيقول: كم وردك ؟ كم تقرأ كل يوم ؟ ماذا صليت البارحة ؟ والناس يقولون: الناس على دين مليكهم، إن كان خمارا كثر الخمر.

Sedangkan obsesi Umar bin Abdul Aziz adalah membaca Alquran, shalat dan ibadah. Kondisi rakyat di masa beliau seperti itu. Jika ada seorang bersua dengan kawannya, maka pertanyaan yang pertama kali terlontar adalah “Berapa rakaat shalat malam yang kau rutinkan? Berapa lembar mushaf Alquran yang kau baca setiap harinya? Shalat apa yang kau kerjakan semalam?”.

Banyak orang mengatakan, “Rakyat itu mengikuti agama atau ketaatan penguasanya. Jika sang penguasa hobi menenggak khamr, maka akan banyak khamr yang beredar di masyarakat”.

وإن كان لوطيا فكذلك وإن كان شحيحا حريصا كان الناس كذلك، وإن كان جوادا كريما شجاعا كان الناس كذلك، وإن كان طماعا ظلوما غشوما فكذلك، وإن كان ذا دين وتقوى وبر وإحسان كان الناس كذلك وهذا يوجد في بعض الازمان وبعض الاشخاص، والله أعلم.

Jika penguasa memiliki penyimpangan seksual berupa homoseksual, maka kondisi rakyat juga demikian. Jika penguasa itu pelit dan rakus dengan harta, maka kondisi rakyat juga demikian. Namun jika penguasa dermawan dan berjiwa sosial tinggi maka kondisi rakyat juga serupa. Jika penguasanya rakus dan suka bertindak kezaliman, maka kondisi rakyat juga demikian. Jika penguasa adalah seorang yang bagus agamanya, bertakwa, suka berbuat baik, dan menolong, maka kondisi rakyat juga demikian. Pengaruh penguasa semacam ini dijumpai pada sebagian masa pada sebagian person penguasa tertentu [Bidayah wan Nihayah, karya Ibnu Katsir 9/186].

Oleh Ustadz Aris Munandar
Artikel www.KisahMuslim.com

Previous post

Sifat dan Ciri Khawarij

Next post

Terusirnya Yahudi Bani an-Nadhir dari Madinah (1/2)

5 Comments

  1. obat jerawat
    September 8, 2014 at 11:30 am —

    sangat jarang pemimpin yang bisa mengayomi rakyatnya

  2. luthfi pandu
    October 20, 2014 at 1:30 pm —

    pas banget momennya dengan sekarang ini. kita lihat gaya amirul mukminin al indonesiy yg baru kaya gimana,tapi sayang wakil² yg kata wakilnya “dibuang” lalu kemudian naik jadi gubernur pengganti,kedua²nya dari kalangan non muslim. :(

  3. naily
    January 16, 2015 at 4:15 pm —

    semoga Indonesia selalu dlm lindungan Allah SWT selama presidennya berktp islam. bekerja di pemerintahan adalah pekerjaan paling hina dan paling sulit memegang kebenaran disana bahkan terkadang nyawa taruhannya.

  4. Yuli
    March 20, 2016 at 11:35 pm —

    Ustadz, mohon pencerahannya bagaimana jikalau tidak ada Muslim yg pantas dan layak untuk dipilih menjadi pemimpin ?

    • March 21, 2016 at 8:13 am —

      Klo dikaitkan dengan Indonesia, sebenarnya sangat tidak logis, kalau 80%-an umat Islam di Indonesia ini tidak ada yg layak jadi pemimpin. Yg tidak membuat umat Islam seolah-olah kehilangan profil pemimpin adalah media. Allah perintahkan kita memilih pemimpin muslim, dan kita seorang muslim berprasangka baik dengan pilihan Allah.

Leave a reply