Sejarah

9 Ramadhan: Asad bin Furat Memimpin Pembebasan Sisilia

Asad bin Furat bin Sinan adalah tokoh dalam keberanian dan kepahlawanan. Ia belajar Islam dari dua tokoh besar; Imam Abu Hanifah dan Imam Malik bin Anas. Khalifah Dinasti Aghlabiya, Ziyadatullah, menunjuknya sebagai gubernur Afrika Utara. Menjabat gubernur, memudahkan Asad untuk menyebarkan Madzhab Maliki di benua hitam itu.

Kemudian Asad mulai mempersiapkan pasukan menuju Sisilia, Italia. Ia berangkat dengan 10.000 pasukan. Terdiri dari 1000 pasukan Kavaleri (pasukan berkuda). Saat tiba di Sousse (kota di Tunisia), tokoh-tokoh agama memberinya dukungan. Ringkikan kuda menggema di kota. Genderang-genderang ditabuh. Meriam-meriam berdentum. Melepas kepergian Asad bin Furat dan pasukannya menuju benua biru. Asad bin Furat berpidato, “Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lah. Para jamaah, apa yang kalian lihat tidak akan bisa digapai kecuali dengan pena-pena. Bersungguh-sungguhlah kalian! Tekunlah dalam membukukan ilmu. Dengan ilmu, gapailah kemulian (Tarikh al-Qudha al-Andalus oleh al-Bahani. Hal: 54).

Pada tahun 212 H, Asad bin Furat menyeberangi laut. Ia menepi di Kota Fa’raz di Sisilia. Bertemulah dua pasukan. Umat Islam memberikan perlawanan sengit pada musuh mereka. Tunggangan-tunggangan dipicu maju. Orang-orang beriman berperang tanpa gentar. Membuat gentar pasukan Romawi di Sisilia. Sampai akhirnya kaum muslimin berhasil mengepung benteng Romawi di Sisilia. Namun sayang, sebelum pengepungan usai, Asad bin Furat wafat.

Mengetahui kabar wafatnya Asad bin Furat, moral pasukan Romawi naik. Mereka memaksa kaum muslimin mengeluarkan segala keberanian menghadapi mereka. Sampai akhirnya Sisilia berhasil ditaklukkan. Mendengar kabar kemenangan umat Islam di Sisilia, Ziyadatullah segera menginformasi keberhasilan pembebasan kota itu. Ia mengirim surat kepada Khalifah al-Makmun tentang kabar gembira ini. Melalui usaha Asad in Furat, Sisilia berhasil jatuh. Keberhasilan itu terjadi pada 9 Ramadhan 212 H.

Adz-Dzahabi mengatakan, “Bersamaan dengan keluasan ilmu yang dimilikinya, Asad bin Furat rahimahullah juga merupakan seorang penunggang kuda yang handal, pahlawan yang berani dan terdepan. Dengan gagah berani ia menyerang Sisilia yang dijaga 150 ribu pasukan. Salah seorang mengatakan, ‘Aku melihat singa yang memimpin pasukan yang membaca Surat Yasin. Kemudian ia memimpin pasukan. Dan berhasil memporak-porandakan musuh. Kulihat darah mengalir di lengannya. Ia mengalami sakit berat saat mengepung Syracuse’.” (Siyar A’lam an-Nubala, 10/288).

Luar biasa, dahulu kaum muslimin menggabungkan pahala jihad dan puasa di bulan Ramadhan. Membaca sejarah umat Islam, kita semakin sadar mengapa dahulu Islam jaya dan sekarang Islam lemah. Dalam keadaan aman, berkecukupan, dan tidak bekerja berat pun banyak umat Islam hari ini yang berbuka di siang hari Ramadhan. Wallahul musta’an…

Previous post

8 Ramadhan: Kelahiran Ja'far ash-Shadiq

Next post

10 Ramadhan: Koalisi Negara Arab Menyerang Israel (Perang Yom Kippur)