Mutiara Faidah

Pilihan Allah Adalah Yang Terbaik (Pelajaran dari Perang Badar)

Semua orang punya harapan. Tapi tak semua harapan mereka menjadi kenyataan. Sebagian kecewa dan sebagian lagi menerima bahkan ada yang ridha. Yang perlu diyakini dengan sepenuh keyakinan, semua yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah. Dia memilihkannya untuk hamba-hamba-Nya. Sehingga tampaklah siapa yang sabar dan ridha terhadap ketentuannya. Dan siapa yang berkeluh kesah dan marah atas ketetapannya.

Pilihan Allah adalah yang terbaik, walaupun kita menginginkan yang sebaliknya. Karena Dia Maha Bijaksana dalam menetapkan suatu perkara. Dan Dia Maha Penyayang terhadap hamba-hamba-Nya. Karena Dia Maha Penyayang, tentulah yang Dia tetapkan adalah wujud kasih sayangnya terhadap para hamba.

Dalah kehidupan Rasulullah dan para sahabatnya, begitu banyak nilai dan pelajaran yang dapat diteladani. Berkaitan dengan hal ini, kita bisa meneladani dan mengambil hikmah dari peristiwa Perang Badar.

Dalam peristiwa Badar, Rasulullah dan para sahabat dihadapkan pada dua kemungkinan. Menurut sangkaan mereka, dan ini kemungkinan besar. Mereka akan menghadapi kafilah dagang Abu Sufyan yang tak bersenjata. Kemudian kemungkinan kecil, berhadapan dengan pasukan Quraisy bersenjata lengkap. Dan hal ini tidak mereka inginkan. Ternyata Allah membuat peluang kecil tadi yg berubah menjadi nyata. Allah Ta’ala berfirman mengisahkan hal tersebut.

وَإِذْ يَعِدُكُمُ اللَّهُ إِحْدَى الطَّائِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ الشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ اللَّهُ أَن يُحِقَّ الْحَقَّ بِكَلِمَاتِهِ وَيَقْطَعَ دَابِرَ الْكَافِرِينَ

“Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedang kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan yang benar dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir.” [Quran Al-Anfal: 7].

Di akhir kisah, Rasulullah dan para sahabat memenangkan Perang Badr. Kedudukan mereka di mata musyrik Mekah menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Padahal sebelumnya mereka lebih memilih bertemu kelompok yang mudah ditaklukkan. Ternyata Allah memberikan ketetapan yang bukan mereka harapkan. Dampaknya, pilihan Allah memberikan faidah lebih besar daripada pilihan mereka di awal.

Pelajaran bagi kita adalah walaupun pilihan (takdir) Allah untuk kita terkadang terasa pahit, tapi dibalik hal itu ada kebaikan yang jauh lebih besar dari apa yang kita pilih. Seandainya yang kita inginkan tidak terjadi, maka sukailah pilihan Allah untuk kita. Janganlah kita bersedih atau malah sampai berputus asa, karena pilihan Allah untuk kita lebih baik dari pilihan kita untuk diri kita sendiri.

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com

Previous post

Peristiwa Isra' Mi'raj: Rasulullah di Langit Ketiga, Keempat, dan Kelima

Next post

Peristiwa Isra' Mi'raj: Nabi Muhammad di Langit Keenam