Kisah Nabi Muhammad

Peristiwa Isra’ Mi’raj: Rasulullah Melihat Sungai-Sungai Surga

Sungai-sungai surga adalah di antara pemandangan yang dilihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di langit ketujuh. Dalam rangkaian perjalanan yang agung. Perjalanan isra’ dan mi’raj.

Empat Sungai

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَإِذَا أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ: نَهْرَانِ بَاطِنَانِ وَنَهْرَانِ ظَاهِرَانِ، فَقُلْتُ: مَا هَذَانِ يَا جِبْرِيلُ؟ قَالَ: أَمَّا البَاطِنَانِ فَنَهْرَانِ فِي الجَنَّةِ، وَأَمَّا الظَّاهِرَانِ فَالنِّيلُ وَالْفُرَاتُ

“Ternyata aku melihat ada empat sungai. Dua sungai di bagian bawah dan dua sungai di bagian atas. Aku bertanya, ‘Apa ini Jibril?’ Jibril menjawab, ‘Dua yang di bawah adalah sungai di dalam surga. Dan dua yang di atas adalah Nil dan Eufrat’.”

Dalam riwayat lain, Anas mengatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

في رواية الرؤيا قال أنس: وَحَدَّثَ نَبِيُّ اللهِ صلى الله عليه وسلم:”أَنَّهُ رَأَى أَرْبَعَةَ أَنْهَارٍ يَخْرُجُ مِنْ أَصْلِهَا نَهْرَانِ ظَاهِرَانِ، وَنَهْرَانِ بَاطِنَانِ، فَقُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، مَا هَذِهِ الأَنْهَارُ؟ قَالَ: أَمَّا النَّهْرَانِ الْبَاطِنَانِ فَنَهْرَانِ فِي الجَنَّةِ، وَأَمَّا الظَّاهِرَانِ: فَالنِّيلُ وَالْفُرَاتُ”.

“Dan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menceritakan bahwa dia melihat empat sungai yang keluar dari sumbernya dua sungai yang jelas kelihatan (di luar), dan dua sungai yang samar-samar (di dalam). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bertanya, ‘Wahai Jibril, sungai-sungai apakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Dua sungai yang samar-samar itu merupakan sungai surga. Sedangkan sungai yang jelas kelihatan adalah Sungai Nil dan Euphrat’.”

Jadi, Rasulullah melihat empat sungai di surga. Keempat sungai ini, kemungkinan adalah sungai terbesar di surga. Dua sungai di bagian dalam dan dua sungai di bagian luar. Apa maknanya?

Dalam Fathul Bari dijelaskan dua sungai yang tampak disebut dengan Sungai Nil dan Eufrat. Sedangkan dua sungai lainnya tersembunyi dari pandangan manusia.

Para ulama berijtihad tentang tafsir dari dua sungai di dalam dan di luar ini. Secara bahasa, makna kata zahir adalah jelas. Sehingga, beliau melihat dua sungai yang begitu jelas di hadapan beliau. Saat sedang berada di langit ketujuh. Sedangkan dua sungai yang lain lebih jauh posisinya. Tidak mengalir di langit ketujuh. Beliau melihatnya dari tempat yang berbeda. Mirip dengan sabda beliau yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Anas bercerita:

صَلَّى لَنَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم، ثُمَّ رَقِيَ المِنْبَرَ، فَأَشَارَ بِيَدَيْهِ قِبَلَ قِبْلَةِ المَسْجِدِ، ثُمَّ قَالَ: “لَقَدْ رَأَيْتُ الآنَ مُنْذُ صَلَّيْتُ لَكُمُ الصَّلاَةَ الجَنَّةَ وَالنَّارَ مُمَثَّلَتَيْنِ فِي قِبْلَةِ هَذَا الجِدَارِ، فَلَمْ أَرَ كَاليَوْمِ فِي الخَيْرِ وَالشَّرِّ”. ثَلاَثً

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingami kami shalat. Setelah itu beliau naik ke mimbar dan mengarhkan tangannya ke arah kiblat masjid. Beliau bersabda, ‘Sungguh sejak shalat bersama kalian tadi aku melihat surga dan neraka. Ditampakkan di sisi dinding di arah kiblat ini. Aku tidak pernah melihat kebaikan dan keburukan seperti pada hari ini’.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab Sifat Shalat, 716. Lafadz ini milik Muslim dalam Kitab al-Fadhail, 2359).

Dalam kesempatan ini, beliau melihat surga dan neraka dari jarak dan tempat yang berbeda. Sama seperti melihat dua sungai yang disebut dengan batin tadi. Berjarak.

Apakah Sungai Nil dan Eufrat yang dilihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah Sungai Nil dan Eufrat yang ada di dunia? Sebelum menjawab ini, yang perlu kita ketahui adalah di surga terdapat sungai yang dinamai Nil dan Eufrat. Diriwayatkan oleh Muslim dari jalur Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“سَيْحَانُ وَجَيْحَانُ، وَالْفُرَاتُ وَالنِّيلُ كُلٌّ مِنْ أَنْهَارِ الجَنَّةِ

“Sihan, Jihan, Eufrat dan Nil adalah sungai-sungai surga.” (HR. Muslim dalam Kitab al-Jannah wa Sifat Na’imuha wa Ahluha 2839).

Dalam riwayat Ahmad disebutkan:

فُجِّرَتْ أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ مِنَ الجَنَّةِ: الْفُرَاتُ، وَالنِّيلُ، وَسَيْحَانُ، وَجَيْحَانُ

“Lalu mengalirlah empat sungai dari surga: Eufrat, Nil, Sihan dan Jihan.” (HR. Ahmad 7535).

Jadi, Sungai Nil dan Eufrat yang dilihat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di langit ketujuh merupakan sungai dari surga pula. Tapi, para ulama berbeda pendapat dalam pemaknaan Sungai Nil dan Eufrat di surga dengan yang di dunia. Sebagian dari mereka berpendapat bahwa sungai-sungai tersebut hanya sama dari sisi nama saja. Namun hakikatnya berbeda. Tidak ada hubungan antara Sungai Nil di Mesir dengan Sungai Eufrat yang ada di Irak dengan sungai-sungai surga. Sebagian lagi berpendapat bahwa penamaan itu menunjukkan keberkahan Sungai Nil dan Eufrat yang ada di dunia. Dan sebagian yang lain berpedapat Sungai Nil dan Eufrat di surga adalah Sungai Nil dan Eufrat yang ada di dunia. Maksudnya, air Sungai Nil dan Eufrat yang ada di dunia bersumber dari surga (Sabil al-Huda wa ar-Rasyad fi Sirati Khairi al-‘Ibad, 3/135-137).

Dalam riwayat yang lain, dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرْبَعَةُ أَنْهَارٍ فُجِّرَتْ مِنَ الجَنَّةِ: الْفُرَاتُ وَالنِّيلُ: نِيلُ مِصْرَ وَسَيْحَانُ وَجَيْحَانُ

“Empat sungai yang bersumber dari surga: Sungai Eufrat, Sungai Nil di Mesir, Sungai Sihan, Sungai Jihan.” (HR. Abu Ya’la, 5921).

Dalam riwayat ini tegas disebutkan bahwa Sungai Nil di surga adalah sama dengan Sungai Nil di surga. Artinya, empat sungai di bumi yang disebutkan di atas bersumber dari surga.

Sumber mata air sungai-sungai surga dijelaskan dalam hadits lainnya. Yaitu berasal dari Surga Firdaus. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللهَ فَسَلُوهُ الفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الجَنَّةِ، وَأَعْلَى الجَنَّةِ، وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ، وَمِنْهُ تَفَجَّرُ أَنْهَارُ الجَنَّةِ

“Apabila kalian memohon surga. Mohonkanlah agar masuk Surga Firdaus. Surga Firdaus adalah surga yang paling tengah dan yang paling tinggi. Di atasnya terdapat Arasy Allah Ar-Rahman. Dari sanalah bersumber sungai-sungai surga.” (HR. al-Bukhari dalam Kitab at-Tauhid, 6987).

Terlepas dari perbedaan pendapat para ulama tentang tafsir sungai ini, yang jelas perjalanan isra’ mi’raj merupakan perjalanan agung. Perjalanan yang menyingkapkan beberapa hal ghaib. Sehingga membuka peluang sebesar-besarnya kepada kita untuk mentadabburi keagungan dan kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sungai-sungai surga kita yakini sebagai sungai-sungai yang indah yang tidak mampu dijangkau oleh akal manusia tentang keindahannya. Sungai Nil, Eufrat, Sihan, dan Jihan sungai-sungai yang sudah dikenal dalam peradaban manusia. Kemanfaatan, keindahan, dan bahkan dijadikan simbol kehidupan. Kemudian di era sekarang, manusia begitu takjub dengan keindahan tempat seperti Danau Lungern di Swis. Betapa pun seorang biasa melihat sungai dan danau, tetap akan terkesima dengan keindahan Danau Lungern. Apalagi sungai-sungai di surga kelak. Semoga Allah memasukkan kita semua ke surga, tempat yang penuh akan kenikmatan.

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com

Previous post

Perjalanan Isra' Mi'raj: Menyaksikan Tanda Kebesaran Allah di Langit Ketujuh

Next post

Peristiwa Isra' Mi'raj: Pertemuan dengan Musa dan Mendengar Goresan Pena Pencatat Takdir