Kisah Orang ShalihMutiara Faidah

Riyah Al-Qaisi dan Muhasabah Dirinya

Malik bin Dhaigham berkata, “Riyah al-Qaisi datang ke rumah untuk menemui bapakku setelah waktu Ashar. Aku katakan padanya bahwa bapakku sedang tidur. Dia bertanya, ‘Apa benar beliau tidur pada jam sekian? Apakah sekarang ini waktu untuk tidur?’ Lalu beliau pulang.

Kemudian kami suruh seseorang untuk menyusul beliau, kami pesan agar ditanyakan kepada beliau, ‘Apakah kami harus membangunkannya?’

Ternyata utusan kami terlambat pulang, dia baru tiba kembali ke rumah setelah matahari terbenam. Kami berkata kepadanya, ‘Terlambat sekali kamu?! Apakah kamu sudah menyampaikan pesan kami kepada beliau?’ Utusan itu menjawab, ‘Beliau sangat sibuk sehingga tidak sempat memahami ucapanku. Memang kami berhasil menyusul hanya saja beliau telah masuk ke dalam pekuburan, sedang berkata kepada dirinya sendiri, ‘Pantaskah jam sekian tidur?’ Apa ini urusanmu? Seseorang tidur semaunya sendiri?!’

Kenapa kau katakan, ‘Apakah sekarang ini waktu tidur?’ Apakah alasanmu sehingga mengatakan bahwa sekarang ini bukan waktu tidur? Kamu menanyakan sesuatu yang bukan menjadi urusanmu, dan berkata tentang sesuatu yang bukan urusanmu pula! Sungguh aku berjanji kepada Allah yang aku tidak akan melanggarnya selama-lamanya. Aku tidak akan menidurkanmu di atas bumi selama setahun kecuali jika kau sakit atau telah gila. Celaka kamu, celaka kamu. Tidak malukah kamu? Kamu telah menjelekkan orang, tidak bisakah kamu menghentikan perbuatan itu?’

Kemudian beliau menangis, beliau tidak mengetahui jika aku berada di tempat itu. Setelah aku menyaksikan apa yang diperbuatnya aku pulang dan meninggalkan beliau. (Al-Hilyah, 6/192.)

Sumber: 99 Kisah Orang Shalih
Artikel www.KisahMuslim.com

Previous post

Kisah Apik dari Mobil yang Terbalik

Next post

Menangisi Dosa Hingga Mata Sakit

2 Comments

  1. D2N
    March 3, 2011 at 9:55 pm — Reply

    assalamu’alaikum,

    afwan ana perlu membaca kisah ini berulang-ulang untuk bisa faham, ana rasa penulisan kisahnya harus diperbaiki khususnya pada paragraf dibawah ini harus diperjelas lagi perkataan siapa ?

    pada paragraf ketika(Al Qaisi berbicara pada dirinya sendiri yang disaksikan oleh para utusan).

    “Kenapa kau katakan, ‘Apakah sekarang ini waktu tidur?’ Apakah alasanmu sehingga mengatakan bahwa sekarang ini bukan waktu tidur? Kamu menanyakan sesuatu yang bukan menjadi urusanmu, dan berkata tentang sesuatu yang bukan urusanmu pula! Sungguh aku berjanji kepada Allah yang aku tidak akan melanggarnya selama-lamanya. Aku tidak akan menidurkanmu di atas bumi selama setahun kecuali jika kau sakit atau telah gila. Celaka kamu, celaka kamu. Tidak malukah kamu? Kamu telah menjelekkan orang, tidak bisakah kamu menghentikan perbuatan itu?”

    Jazakallahu kahir

  2. irds
    January 24, 2012 at 9:34 pm — Reply

    saya juga sering seperti ini, terkadang serasa kaya orang gila …..
    mungkin obatnya….. kita harus sadar semua yang terjadi adalah atas kehendak Allah, banyak berkomunikasi dengan orang lain, dan banyak berzikir

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>