Tak Jadi Bertemu karena Tahajud

Suatu malam, seorang hamba yang shalih bernama Qais bin Muslim berkunjung kepada saudara seakidahnya, yakni Muhammad Ibnu Jihadah. Dia mendatanginya saat dia masih berada di dalam mesjid setelah isya. Ketika itu, Qais sedang shalat malam. Maka, Muhammad pun shalat di salah satu sudut mesjid yang lain. Mereka berdua tetap shalat di tempatnya masing-masing sampai fajar terbit. Muhammad tidak mengetahui jika Qais datang menengoknya.

SelengkapnyaTak Jadi Bertemu karena Tahajud

Jin yang Disembah, Justru Masuk Islam

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ’anhu, beliau menerangkan tafsir dari firman Allah ‘Azza wa Jalla (yang artinya), “Mereka itu -sosok- yang disembah -selain Allah- justru berusaha mencari kedekatan diri di sisi Rabb mereka, siapakah di antara mereka yang lebih dekat -kepada-Nya-.” (QS. al-Israa’: 57). Beliau berkata, “Dahulu sekelompok bangsa jin masuk Islam, sedangkan sebelum itu mereka dipuja-puja (disembah) -oleh manusia-. Kemudian orang-orang yang dahulu menyembah mereka tetap bertahan untuk menyembah mereka, padahal sekelompok jin -yang disembah itu- telah masuk Islam.” (HR. Bukhari dan Muslim, lihat Shahih Bukhari hal. 983 dan Syarh Muslim [9/270])

Hadits yang agung ini mengandung hikmah, antara lain:

SelengkapnyaJin yang Disembah, Justru Masuk Islam

Beginilah Shalat Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu

Beliau radhiyallahu ‘anhu termasuk kalangan orang-orang shalih, sekaligus salah satu dari sahabat utama yang dekat dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, imam yang utama dari sejumlah sahabat yang lainnya.

Beliau telah menghabiskan hidup dan segenap jiwa raganya, harta kekayaannya serta waktunya untuk diinfakkan dan berjihad di jalan Allah. Termasuk memberikan pelayanan dalam dakwah dan penyampaian wahyu.

SelengkapnyaBeginilah Shalat Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu ‘anhu