Gadis Itu Kehilangan Kehormatannya

Gadis Itu Kehilangan Kehormatannya 7

You may also like...

7 Responses

  1. taulina says:

    bagus ya??? salam saja dari aku salam paling manisss taulina.

  2. yusuf says:

    lanjutan comment yg td.
    menurut ana judulnya itu menganjurkan kemaksiatan.

    krn spt ini. kata-kata “yang berakibat” itu adalah kata sebab kan? jika itu dalam hal negatif / maksiat, maka tidak baik. krn belum tentu orang yg bermaksiat/ zina sebelum menikah berakibat ketaatan spt itu?

    kalau utk menolak hal yg negatif, itu baru nyambung.

    seperti judul: Tidak jadi mencuri yang berakibat dapat istri shalihah..

    atau menolak suap-menyuap yang berakibat dapat rezeki yang melimpah, DLL.

    hal yg baik berakibat baik, itu judul yg baik.
    tapi kalau judul kehilangan kehormatan yang berakibat ketaatan itu bukan judul yg sesuai.

    judul itu seperti menganjurkan agar zina dulu baru berakibat ketaatan, itu yg ana tangkap.

    kalau judul itu diganti seperti:
    Menyesali Zina Yang Pernah Dilakukan Lalu Allah Ganti Dengan Nikmat Ketaatan.

    nah itu baru sesuai. yg inti dr judul itu pun sesuai dgn kisahnya, gadis itu memang pernah berzina kemudian dia menyesal sehingga dia mememutuskan utk lebih mentaati Rabbnya.

    tapi kehilangan kehormatannya yg berakibat ketaatan itu justru keluar dari tujuan kisah itu.

  3. firmansyah says:

    izin copas untuk disebarkan,semoga bermanfaat untuk teman-teman yang lainnya.syukron

  4. hendrobudiutomo says:

    nice story,

  5. Nissa el Firdausy says:

    Subhanallah,

    kepada admin atau siapapun yang dapat menjawab saya ingin bertanya,
    Adakah ciri-ciri wanita (belum menikah) yang telah kehilangan kehormatannya ?

    terimakasih.

  6. ibnusyaifya says:

    bukankah Harom menceritakan AIB diri sendiri kepada orang lain..
    bukankah tidak perawan itu merupakan AIB? dan tidak boleh diceritakan kepada calon suami sekalipun..
    dan juga fatwa Lajnah para Ulama Saudi Arabia pun pernah membahas soal ini, dimana terlarang hukumnya wanita mengatakan status kesucian dirinya kepada calon suaminya..
    Andaikata kelak suami menerima kesalahannya di masa lampau maka itu hal yg indah
    jika kelak suami tidak bisa menerima, maka sesungguhnya dia bkn lelaki baik..
    Wallohu A’lam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>