Kisah NyataKisah PilihanMutiara Faidah

Kisah Hikmah: Jangan Dekati Zina, Zina adalah Hutang

Zina adalah Utang

Zina adalah utang…, taruhannya adalah keluarga anda. Lelaki yang berzina dengan wanita, sejatinya dia telah mencabik-cabik kehortaman semua lelaki kerabat wanita ini.

Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du,

Kita awali dengan sebuah kisah. Kisah nyata yang memberikan pelajaran kepada kita bahwa kesalahan manusia tidak akan disia-siakan, semua tinggal menunggu balasan.

Tersebutlah dua orang pemuda…(sebut saja: Qird dan Kalb). Keduanya akrab karena sama-sama rajin maksiat. Saling membantu untuk berpetualang di dunia gemblung (dugem). Celakanya, keduanya telah menikah.

Suatu ketika, Qird melakukan perjalanan. Setelah berinteraksi dengan orang sekitar, dia berkenalan dengan seorang wanita. Terjadilah hubungan gelap diantara mereka. Qird berjanji, suatu hari akan menemui sang wanita, setidaknya bisa bermalam bersama.

Tiba saatnya untuk memenuhi janjinya. Suasana keluarga juga mendukung. Diapun pamit ke istrinya, karena ada tugas penting yang harus dia selesaikan. Dia memohon agar sang istri untuk tinggal sementara di rumah orang tuanya.

Berangkatlah sang istri yang malang ke rumah ortunya, dan berangkatlah serigala penipu untuk menjemput wanita simpanan idamannya.

Wanita itu berpesan: ‘Saya ingin kita ngobrol sebentar di taman, kemudian nanti baru ke rumah.’ ‘Oke, saya setuju.’ Sambut si Qird.

Sepulang dari taman, keduanya melaju ke rumah Qird yang telah dikosongkan penghuninya. Sesampainya di rumah, ‘Tunggu, tolong carikan makan – minum dulu.’ pinta si wanita.

Keluarlah Qird dengan penuh semangat menuju rumah makan. Setelah membeli beberapa makanan dan minuman, diapun bergegas pulang menuju rumah untuk melampiaskan kenangan indahnya. Segera melaju dengan mobilnya.

“Priii..tt” ternyata mobil Pak polisi telah menghadang.

“Permisi pak, anda melanggar lalu lintas. Anda melanggar lampu merah.” “Parkir mobil anda, dan ikut kami.”

Setelah sampai di kantor polisi, dia minta izin untuk menghubungi teman akrabnya. Berdirilah dia di sudut kantor, dan mulai menghubungi Kalb.

“Sudah… di rumah saya ada tamu istimewa… makan malamnya di mobil. Mobilnya ada di tempat X..” Lanjut, “Ambil makanan itu, antarkan ke rumahku…, dan lanjutkan rencana kita.” “Kalo kamu sudah selesai bersamanya, kembalikan dia ke rumahnya. Saya khawatir istri saya pulang ke rumah, dan terbongkar semua rahasia ini.”

“Siap, santai saja… selama di sana ada yang istimewa.” Jawab Kalb.

Berangkatlah Kalb, teman yang setia ke rumah Qird.

Setelah menjalani proses sidang yang rumit…, akhirnya Qird berhasil keluar kantor polisi. Dia bergegas melaju mobilnya dan menuju rumah..

Apa yang dia jumpai…?? Setelah dia pupus untuk mendapatkan impiannya.

Dia segera menggayuh pintu rumah dan memasukinya. Ternyata istrinya telah di rumahnya. Dan semalam dia bersama teman dekatnya, Kalb. Dia kaget setengah mati, “Kamu saya cerai tiga…, cerai empat…, cerai seribu kali..”

Apa yang bisa anda renungkan dari kisah ini…

Ya, karena zina adalah utang…, taruhannya adalah keluarga anda. Itulah yang dinasehatkan Imam As-Syafii.

Dalam Bait Syairnya beliau mengatakan,

عفوا تعف نساءكم في المحْرَمِ ****وتجنبـوا مـا لايليق بمسلـم

إن الزنـا دين إذا أقرضــته **** كان الوفا من أهل بيتك فاعلم

من يزنِ في قوم بألفي درهم **** في أهله يُـزنى بربـع الدرهم

من يزنِ يُزنَ به ولو بجـداره **** إن كنت يا هذا لبيباً فـافهـم

ياهاتكا حُـرَمَ الرجال وتابعـا**** طرق الفسـاد عشت غيرَ مكرم

لو كنت حُراً من سلالة ماجـدٍ**** ما كنت هتـّـاكاً لحرمة مسلمِ

Maaf, jaga kehormatan para wanita yang menjadi mahram kalian *** Hindari segala yang tidak layak dilakukan seorang muslim.

Sesungguhnya zina adalah utang. Jika kamu sampai berani berutang *** Tebusannya ada pada anggota keluargamu, pahami.

Siapa yang berzina dengan wanita lain dan membayar 2000 dirham *** bisa jadi di keluarganya akan dizinai dengan harga ¼ dirham

Siapa yang berzina akan dibalas dizinai, meskipun dengan tebusan tembok *** jika anda orang cerdas, pahamilah hal ini.

Wahai mereka yang merampas kehormatan keluarga seorang *** dan menyusuri jalan maksiat. Anda hidup tanpa dimuliakan.

Jika anda benar-benar bebas dari belenggu pengikat *** tak selayaknya engkau mencabik kehormatan seorang muslim.

Artikel www.KisahMuslim.com

Sumber kisah: KonsultasiSyariah.com

Previous post

Kisah Kaum Durhaka: Al-Walid bin Al-Mughirah (Bagian 4 - Selesai)

Next post

Mengapa Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam Memiliki 9 Istri?

19 Comments

  1. mazari
    June 15, 2013 at 10:06 pm — Reply

    bukan maksud menjelek kan akhwat-akhwat sekalian,tapi alangkah baiknya jika para wanita-wanita muslim menjaga auratnya agar para pria juga bisa menjaga syahwatnya.

  2. Tuhkunen
    June 28, 2013 at 10:41 am — Reply

    Betul. pezina sebagian besar akan dpt pezina. muslim wajib menjaga aurat muhrimnya. Sy panya teman laki2 pezina yg menikahi pezina pula.

  3. Tuhkunen
    June 28, 2013 at 10:43 am — Reply

    seorang laki2 muslim haram menikmati tubuh calon istrinya sblm mereka menikah. Jagalah, itu kan calon istri, kehormatanmu.

  4. mpah
    September 6, 2013 at 8:55 pm — Reply

    zina adalah srigala bagi kaum muslim yang slalu mengintai..di saat lengah…

  5. muis
    September 15, 2013 at 4:30 am — Reply

    orang yang berzina maka akan turun menurun sampai anak cucu, tergantung seberapa banyak dosa zina yang telah dilakukan, sehingga akan berdampak seberapa jauh pengaruhnya kepada turunannya.. saya py tetangga begitu, dulu orang tuanya pernah berzina, akhirnya anak-anaknya bahkan cucunya juga menjadi pelaku zina. yang dulunya keluarganya itu dihormati, sekarang anak-anaknya dan cucunya menjadi orang2 yang nista di mata masyarakat. naa’uzubillah….orang yang suka berzina, pasti hidupnay akan sengsara di akhir hayatnya, sebagai azab dari Allah. yang mencari pekerjaan juga susah,

  6. triyono
    October 22, 2013 at 8:13 pm — Reply

    semoga hati kita dibersihkan dari dosa zina.

  7. Madrasah Aliyah
    November 24, 2013 at 5:50 pm — Reply

    Semoga kita tidak pernah berhutang pada ALLAH SWT

  8. rahlina muskar
    January 23, 2014 at 12:30 am — Reply

    na`uzu bi llah…ya Allah lindungilah anak dan keturunan kami dari berbuat zina..apakh yang harus dilakukan org yg sdh sempat berzina? cukupkah hanya bertaubat? bila dia sdh bertaubat msihkah keluarganya mendapt blasan dari apa yg dilakukannya?

  9. February 13, 2014 at 12:13 pm — Reply

    Zina penghambat rizki

  10. Agus Prihandono
    April 11, 2014 at 9:53 pm — Reply

    Ya A;llah, jauhkan hamba, istri hamba dan anak2 keturunan hamba, serta saudara2 sesama muslim, dari perbuatan zina. Amin ya Robbal ‘alamin.

  11. yunyun
    August 28, 2014 at 7:40 pm — Reply

    Hukuman apa buat seorang penzina yg sudah
    Menikah atau belom saat masih di dunia?

    • Zuzil
      January 6, 2015 at 4:51 pm — Reply

      Hukum syar’i menurut islam apabila yang melakukan perbuatan zina adalah laki2/ permpuan yang belum menikah dan bukan janda/duda, maka hukumanya adalah di cambuk 100x dan apabila pelaku zina adalah muhson atau orang yang pernah menikah maka dia harus di rajam ( badanya di kubur separoh lalu dilempari batu sampai mati ) itu hukum Allah di dunia, apabila dia tidak bisa menjalankan hukum tersebut di dunia maka hukum dan pembalasan Allah di Akhirat jauh lebih pedih dan lebih dahsyat.

  12. hamba Alloh
    November 25, 2014 at 10:19 am — Reply

    Melihat realita seperti makanya kita perlu jelaskan bahwa hal tersebut adalah salah dan tidak ada dasarnya, hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala:

    وَلاَ تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَإِنْ تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَى حِمْلِهَا لاَ يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى إِنَّمَا تُنْذِرُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَمَنْ تَزَكَّى فَإِنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ.

    “Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lian) untuk memikul dosanya itu, tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun, meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat kamu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azdab Tuhanya (sekalipun) mereka tidak melihatNya. Dan barang siapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan untuk dirinya sendiri. Dan kepada Allah lah kembali(mu)”.[1]

    Dalam ayat ini Allah menerangkan bahwa seseorang tidak akan bisa menanggung dosa orang lain sedikitpun dan Allah tidak akan membebankan dosa orang lain itu kepada siapapun meskipun dia dari kerabat. Kemudian di dalam ayat yang lain Allah SWT juga berfirman:

    وَلا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلا عَلَيْهَا وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى.

    “Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatanya (dosanya) kembali kepada dirinya sendiri; dan seseorang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain”.[2]

    Ayat ini juga menerangkan bahwa seseorang yang mengerjakan dosa, maka ia telah mencelakakn dirinya sendiri dan tidak bisa mencelakakan orang lain.

    Dua ayat Al-Qur’an di atas secara garis besar dan tegas menunjukkan pengertian bahwa siapapun mereka dan apapun kedudukannya, ia tidak akan terbebani menanggung dosa orang lain meskipun dosa orang tuanya. Lalu bagaimana dengan hadits Rasulullah SAW yang mengatakan keturunan pezina tidak akan masuk surga?. Untuk itulah mari kita tela’ah pendapat-pendapat para Sahabat Nabi dan Ulama tentang dilalah atau arahan hadits Rasulullah SAW tersebut.

    Pendapat Para Sahabat Nabi dan Ulama’

    A’isyah r.a istri Rasulullah berpendapat berkenanan dengan keturunan orang zina; “Anak pezina tidak akan menanggung sedikitpun dosa yang dilakukan kedua orang tuanya. Hal ini berdasarkan firman Allah yang berbunyai:

    وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى.

    “Dan orang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain”.[3] Juga dalam kesempatan yang lain A’isyah r.a pernah mendengar sabda Rasulullah SAW;

    عن عائشة رضي الله عنها قالت قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “وَلَدُ الزِناَ شَرُ الثلاَثَةِ إِذاَ عَمِلَ بِعَمَلِ اَبَوَيْهِ”.

    Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha ia berkata Rasulullah SAW bersabda: “Anak orang zina adalah orang ketiga yang berbuat kejelekan jika ia juga melakukan perbuatan orang tuanya”.[4]

    Dalam hadits di atas Rasulullah SAW memberi sinyal bahwa, anak orang zina merupakan orang jelek ketiga setelah orang tuanya jika ia melakukan perbuatan zina seperti perbuatan orang tuanya. Mafhum mukhalafah (pengertian sebaliknya) dari hadits tersebut adalah, jika anak orang zina tidak melakukan perbuatan seperti perbuatan orang tuanya (tidak melakukan zina), maka dia tidak termasuk golongan orang jelek. Hadits dan pemahaman ini juga didukung oleh Ibnu Abbas dan Shofyan Ats-Tsaury, bahwa anak orang zina bisa masuk neraka jika ia juga melakukan perbuatan zina.[5] Demikianlah patutnya pengertian dari pada hadits yang disabdakan oleh Rasulullah SAW tersebut.

    Sedangkan menurut Syekh Abu Hatim dalam memahami hadits penafian anak zina adalah, bahwa hadits yang mengatakan “Tidak masuk surga anak keturunan pezina” hanya berlaku menurut keumumannya. Artinya, seorang anak menurut kebiasaan umum tidak akan jauh dari watak dan kelakuan orang tuanya. Seandainya orang tuanya pencuri, maka anaknya juga berpotensi menjadi pencuri, begitu juga jika orang tuanya sering melakukan perbuatan zina, maka anaknya kelak juga berpotensi melakukan perbuatan zina. Itu berarti tidak semua keturunan pezina bisa difonis akan masuk neraka dikarenakan perbuatan orang tuanya. Sebab seorang anak tidak akan menanggung sedikitpun dosa yang dilakukan orang tuanya. Apalagi justru tidak sedikit dari mereka (keturunan anak zina) yang justru beriman dan beramal shalih.[6]

    Syekh Ibnu Taimiyyah saat ditanya tentang anak keturunan zina, beliau juga memberi jawaban sama dengan pendapat di atas. Beliau berkata: “Anak keturunan zina jika beriman dan beramal shalih tetap akan masuk surga. Dan jika tidak beriman dan atau tidak beramal shalih, maka akan dibalas sesuai dengan perbuatanya seperti yang lainya. Pembalasan Allah itu menurut amal perbuatan manusia, bukan karena keturunannya. Sedangkan keturunan orang zina diremehkan, karena biasanya ia berpotensi melakukan perbuatan seperti orang tuanya. Padahal tidak semuanya demikian. Dan makhluk yang paling mulya dihadapan[7] Allah adalah yang paling takwa di antara mereka”.[8]

    Pada prinsipnya, dosa dan sanksi zina di dunia dan akhirat hanya ditanggung oleh orang tuanya. Tetapi dikhawatirkan sifat bawaan yang negatif itu akan terwarisi dan akan membawanya untuk berbuat buruk dan kerusakan. Namun hal ini tidak selalu menjadi acuan, kadangkala Allah akan memperbaikinya sehingga menjadi manusia yang alim, bertakwa lagi wara’, dengan demikian menjadi satu kombinasi yang terdiri atas tiga komponen yang baik. Wallahu a’lam.

  13. Kisah Hikmah Kehidupan Terbaik
    December 12, 2014 at 1:53 pm — Reply

    Wah, ngeri juga ya sob bahaya Zina. Mudah-mudahan kita senantiasa dihindari dari segala macam perbuatan maksiat terutama Zina.

  14. Masghuf
    February 1, 2015 at 9:09 pm — Reply

    Pezina kenapa dihukumi dengan hukuman yang sangat berat di dalam nash Al-Qur’an dan Hadits, karena daya rusak terhadap masyarakat yang luar biasa berbahaya. Maka dari itu ancaman bagi para pezina adalah sangat2 berat hukumannya, bahkan bagi yang sudah menikah dihilangkan nyawanya (rajam) apabila berani melakukan zina

  15. pebriscreamo
    February 20, 2015 at 1:28 am — Reply

    artikel yang sangat bagus

  16. Divani
    February 25, 2015 at 11:03 am — Reply

    Inspiring banget nih ceritanya. Terimakasih udah share yah…

    Salam Kenal buat semuanya :D

  17. qfif
    March 1, 2015 at 9:22 am — Reply

    Zina sama saja dg binatang, manusia yg mengedepankan nafsu drpd akal tdk mensyukuri tlh diciptakan sbg s’org manusia. kesempurnaannya sbg mahluk Allah tlh disia2kn…

  18. March 25, 2015 at 9:24 pm — Reply

    cobaan yang semakin besar adalah zina,, dengan banyaknya dan mudahnya akses pornografi.. jauhilah zina dan dekatkan diri kepada Allah SWT..

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>