fbpx

Hilang Sudah Istri dan Anak-anakku

Aku menikah dengan salah saorang wanita yang masih tergolong kerabat dekatku, dan saat itu aku berada di puncak kebahagiaan. Kebahagiaanku bertambah lagi setelah Allah mengkaruniakan kepadaku tiga anak perempuan pada umur yang masih belia.

Mulailah aku berkenalan dengan salah satu klub (kelompok) judi kartu remi yang telah menyita semua waktuku. Maka jadilah aku tidak melihat anak-anakku kecuali saat makan siang, dan waktu-waktuku yang lain aku habiskan di apartemen bersama klubku. Yang mana aku keluar rumah (untuk bermain kartu remi) sebelum shalat maghrib dan aku tidak pulang kecuali terlambat.

SelengkapnyaHilang Sudah Istri dan Anak-anakku

Ali bin Al-Fudhail bin Iyadh: Wafat karena Mendengar Ayat Tentang Azab

Abu al-Hasan Abdurrahman bin Ibrahim bin Muhammad bin Yahya berkata, aku mendengar ayahku berkata, aku mendengar Muhammad bin Ishaq as-Siraj berkata, aku mendengar Muhammad bin Khalaf berkata, Ya’qub bin Yusuf berkata, “Al-Fudhail bin Iyadh ketika mengetahui bahwa putranya, Ali, berada di belakangnya, yakni dalam shalat, maka ia berlalu dan membaca ayat-ayat yang membuatnya menangis. Jika ia tahu bahwa putranya tidak berada di belakangnya, maka ia memilih bacaan al-Qur’an, bersedih dan mengintimidasi.

SelengkapnyaAli bin Al-Fudhail bin Iyadh: Wafat karena Mendengar Ayat Tentang Azab

Sedekah Membawa Berkah

Diriwayatkan ari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Pada suatu ketika, ada seseorang yang sedang berjalan di padang pasir yang tiba-tiba mendengar suara dari dalam awan, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ Kemudian awan itu menuju ke arah suatu tempat yang banyak batunya, lantas menuangkan airnya.

SelengkapnyaSedekah Membawa Berkah

Nabi Nuh dan Kaumnya: Akibat Buruk dari Kufur Menimpa Semua Manusia

Diriwayatkan dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Sekiranya Allah berkenan mengasihi seseorang dari kaum Nabi Nuh, tentu (Allah) akan mengasihi seorang bayi.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), ‘Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya selama 950 tahun untuk berdakwah kepada mereka. Pada akhir kehidupannya, beliau menanam sebuah pohon sehingga pohon itu tumbuh besar. Kemudian, Nabi Nuh menebangnya dan menjadikan kayu-kayunya sebagai papan perahu.

SelengkapnyaNabi Nuh dan Kaumnya: Akibat Buruk dari Kufur Menimpa Semua Manusia

Ketika Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- Menangis…

Salah seorang murid Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata, “Abdurrahman bin Dawud termasuk murid terbaik guru kami dan paling baik akhlaknya. Ia seorang yang dikaruniai iman dan hikmah. Ia pun dicintai masyarakat serta memiliki kedudukan di hati mereka. Ia meninggal dalam suatu kecelakaan dalam perjalanan menuju Madinah, kota Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Semuanya bersedih mendengar berita tersebut. Kami pasrah terhadap ketentuan Allah dan takdir-Nya. Jenazahnya diletakkan setelah shalat Maghrib untuk dishalatkan oleh Syaikh rahimahullah. Kemudian jenazah dibawa ke pekuburan.

SelengkapnyaKetika Syaikh Ibnu Utsaimin -rahimahullah- Menangis…

Keberanian Zubair

Al-Laits meriwayatkan dari Abul Aswad dari Urwah, katanya,

“Az-Zubair memeluk Islam dalam usia 8 tahun. Suatu waktu dia pernah tersugesti oleh setan, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditangkap di dataran tinggi Mekkah. Az-Zubair yang masih kanak-kanak, berusia 12 tahun keluar rumah sambil membawa pedang. Setiap orang yang melihatnya terheran-heran dan berkata,

SelengkapnyaKeberanian Zubair

Tobatnya Sang Pembegal

Ali bin Khasyram berkata, “Seorang tetangga al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah menceritakan, dulu al-Fudhail bin Iyadh membegal (merampok) sendirian. Suatu malam ia keluar untuk membegal, ternyata ia mendapati suatu kafilah (rombongan dagang) yang kemalaman. Seorang di antara mereka berkata kepada yang lainnya:’Mari kita kembali ke kampung itu, karena di hadapan kita ada seorang pembegal yang bernama al-Fudhail.’ Ketika al-Fudhail mendengarnya, ia menjadi gemetar lalu berkata:’Wahai sekalian manusia, aku al-Fudhail. Silahkan kalian lanjutkan perjalanan. Demi Allah, aku akan berusaha untuk tidak bermaksiat kepada Allah selamanya.’ Lalu ia kembali (bertaubat) dari jalan yang pernah ia tempuh (membegal).”

SelengkapnyaTobatnya Sang Pembegal

Syaikh Abdul Muhsin Al-Abbad: Ahli Hadits Madinah Abad Ini

Beliau adalah al-Allamah al-Muhaddits al-Faqih az-Zahid al-Wara’ asy-Syaikh Abdul Muhsin bin Hammad al-’Abbad al-Badr -semoga Allah memelihara beliau dan memperpanjang usia beliau dalam ketaatan kepada-Nya dan memberkahi amal dan lisan beliau-, dan kami tidak mensucikan seorangpun di hadapan Allah Azza wa Jalla. Beliau lahir di ‘Zulfa’ (300 km dari utara Riyadh) pada 3 Ramadhan tahun 1353H. Beliau adalah salah seorang pengajar di Masjid Nabawi yang mengajarkan kitab-kitab hadits seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud dan saat ini beliau masih memberikan pelajaran Sunan Turmudzi. Beliau adalah seorang ‘Alim Rabbaniy dan pernah menjabat sebagai wakil mudir (rektor) Universitas Islam Madinah yang waktu itu rektornya adalah al-Imam Abdul Aziz bin Bazz -rahimahullahu-.

SelengkapnyaSyaikh Abdul Muhsin Al-Abbad: Ahli Hadits Madinah Abad Ini