Maulud Nabi dalam Tinjauan Sejarah

maulid-nabi 14

You may also like...

14 Responses

  1. Ichwan says:

    Ini bahkan sampai dibikin hari libur di kalender negara kita
    Wa naudzubillah!!!

  2. syamsiwal ardi says:

    saya sependapat dengan pernyataan ini
    hanya saja hal ini tidak bisa diterapkan di daerah saya
    karna akan bertentangan dengan para tokoh masyarakat dan para kiyai
    solusinya dong

  3. Gandi says:

    Fahamku teryata tak sefaham anda.

  4. danil says:

    Aku cinta

  5. masir says:

    Perlu kajian dan bahasa yg sederghana agar bisa dimaklumi umat.

  6. alex sumono says:

    benarkah daulah bathiniah mulai berkuasa taun 4 h? bukankah di taun 4 h nabi muhammad saw dan para sahabat masih hidup??dan anda sebutkan maulud nabi ada setelah 3abad yang utama??pertanyaanya kalau benar daulah bathiniah berkuasa tahun 4 h,,berarti nabi saw dan para sahabat tentu tau kalau hari kelahiarannya(nabi muhammad saw) dirayakan bukan?karena nabi muhammad saw wafat di taun 11 h.benarkah yang anda tulis ini?ataukah saya yang kurang memahaminya….terima kasih

  7. fares says:

    hanya tidak mengikuti acara2 mauludan itu yg bisa aku lakukan,dan sedikit demi sedikit mencoba menjelaskan tentang maulud nabi kepada mereka,terutama keluarga sendiri

  8. akmal says:

    Assalamu’alaikum, jujur saja saya baru tahu tentang asal mula peringatan maulid ini,sebagai orang awam saya berperinsip bahwa tugas kita melaksanakan apa yang dicontohkan nabi,baik itu perintah maupun cegahannya, dan itulah yang menurut saya yang dinamakan cinta nabi

  9. aspari says:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ……………..

    Setiap yg melaksanakan maulid , selalu berkata karena cintanya yg sangat besar kpd Nabi SAW. Sekarang kita bertanya , kalau dibandingkan para sahabat Nabi SAW , apakah kecintaan kita berada di atas kecintaan para sahabat kepada Rasulullah SAW.. Toh mereka tidak pernah merayakan maulid , bahkan setelah Nabi SAW wafat , para sahabat tak buat itu maulid , tahlilan untuk Nabi SAW , baik yg 7 hari , 40 hari , 100 hari , haulan. Anehnya lagi sekarang acara maulid , saat baca marhaban diledakkan mercun / petasan , saat Ustadz-nya datang / pulang juga diledakkan mercun / petasan , AJARAN APA LAGI INI !!!!….

    Padahal , semasa Nabi SAW hidup beberapa anak beliau ada yg meninggal dunia lebih dahulu , bahkan Siti Khadijah yg sangat beliau cinta dan sayangi dan beberapa sahabat beliau juga ada yg meninggal ketika beliau masih hidup. Tolong tunjukkan riwayatnya atau dalilnya ( Al-Qur’an maupun As-Sunnah ) yg mendukung bahwa kegiatan ini ada dilakukan oleh Nabi SAW dan para sahabat beliau.

    Saya pernah bertanya kepada ulama/ustadz yg melakukan tahlilan / haulan / maulidan . Mereka beralasan itukan dan inikan baik. Sekarang kita bertanya , ini itu baik menurut siapa , karena Rasulullah SAW tentu lebih tau mana yg terbaik buat ibadah umatnya dan para sahabat ( utamanya Khalifatur Rasyidin ) lebih tahu mana dengan kita, , mana-2 yg baik untuk mempertebal ke-Imanan / ke-Islaman kita ketimbang umat-2 yg datang kemudian , apalagi kita yang ke-Imanan dan ke-Islamannya masih terlalu rendah , berani-2 bilang ini itu baik……

    Syukran

  10. cinta maulid says:

    assalamualaikum… mau tanya, apa salah orang yg mencintai nabi lalu bersholawat dan baca ayat al-quran dihari kelahiran nabi saw. jika ada larangan tolong kasih tau saya dalilnya. syukron

    • editor says:

      Wa’alaikumussalam. Shalawat sangat dianjurkan, bahkan setiap hari bershalawat sbg bentuk kecintaan kpd Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Garis bawah, yg dilarang bukan shalawatnya, tp MENGKHUSUSKANNYA, ada keyakinan lebih utama di hari kelahiran beliau. Itu yg butuh dalil. Semoga Anda dan keluarga selalu dalam kebaikan..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>