Sejarah Masjid Nabawi

Masjid Nabawi 1 9

You may also like...

9 Responses

  1. siti nurchasanah says:

    subhanalloh

  2. Merry Samiadi says:

    subhanallah

  3. arief says:

    Amiiin dan semoga ALLAH,menjaga masjid nabawi dari orang orang yang mau berbuat dzolim

  4. abdoel chadier says:

    subhanallah….ampunilah dosa-dosaku yaa raab”yaa rabballl alamin”

  5. Ivani says:

    Subhanallah.. Kebetulan saat ini saya sedang umroh dan melihat dengan kemegahan masjid nabawi, roudho dan makam sahabat2 nabi, cerita ini membuat semakin bertambah kecinta’an saya kepada Nabi Mohammad SAW dan Allah yg maha Esa,,

  6. lila says:

    Subhanallah….membacanya membuatku ingin berkunjung lagi…..Insya Allah…

  7. Sjahroni says:

    telah beruntung bagi orang-orang beriman yang mampu ke Masjid Nabawi, bisa mengambil manfaat sepulangnya dari sanah, akan tetapi seorang yang beriman makin teguh imannya, makin memahami arti masjid bisa mampu membangun dirinya bahwa dalam hatinya ada masjid selalu taat dan patuh atas dasar taqwa, bukan melihat indah dan bagusnya masjid tersebut, tetapi makin bagus ibadah dalam sehari-hari menjadi manusia yang bertaqwa, dan bertaqwa bukan karena masjidnya, berhati-hatilah agar kita tidak kultus kepada masjid Nabawi, karena beribadah yang diterima Allah bukan karena tempatnya, tetapi karena Allah seutuhnya, utamanya bagi yang sudah mengunjungi masjiid Nabawi, hingga beribadah diluar masjid nabawi menjadi lemah, padahal seharusnya makin rajin, bagi yang belum mampu berdo`a saja

  8. Salim Mahmud says:

    masjid yang dibangun atas dasar taqwa( Al Masjidu ussisa `alat taqwa) insya Allah pasti banyak pengunjungnya dan merasa kerasan(betah) `itikaf didalamnya, dan banyak sekali masjid dibangun didunia ini hanyalah fisiknya saja yang indah, sementara ibadahnya hatinya tidak indah dalam masjid tersebut, sementara para pengurusnya saling gontokan berebut pengaruh ingin bernafsu menguasainya hingga mrnjadi ajang permusuhan, contohnya di Indonesia biktikan sendiri, sementara para jamaahnya banyak yang sholat tak terasa dalam dirinya ada kemusyrikan, seperti pakai batu cincin ditangannya gede-gede atau masih sennag minta kepara normal, sementara Allah menerima sholat dimasjid bagi yang tidak musyrik, sedangkan dilarang sholat dimasjid bagi yang musyrik

  9. abdulaziez says:

    izin share ya…
    saya share ke Fanspage saya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>