Kisah Orang Shalih

Rahasia Al-Ahnaf bin Qais Bisa Menjadi Pemimpin

Khalid bin Shafwan berkata, “Sulaiman bin Abdul Malik bertanya kepadaku, ‘Bagaimana Al-Ahnaf bisa menjadi pemimpin bagi kaummu sedangkan ia bukanlah orang yang paling mulia dan bukan pula orang yang memiliki banyak harta?’ Maka, aku menjawab, ‘Engkau mau memilih yang mana, aku mempunyai banyak jawaban, mau yang tiga hal, dua, atau satu?’

Sulaiman bertanya, ‘Kalau yang karena tiga hal, apakah itu?’ Aku jawab, ‘Ia tidak dengki, tidak tamak, dan tidak menolak sebuah kebenaran jika memang harus diterima.’

Lalu dia bertanya lagi, ‘Kalau yang dua jawabannya, apa itu?’ Aku menjawab, ‘Ia selalu menebarkan kebaikan dan menghindari kejahatan.’

Lalu dia bertanya lagi, ‘Kalau yang satu, apa jawabannya?’ Maka, aku katakan, ‘Ia tidak menjadikan kekuasaan untuk kepentingan pribadinya pada saat ia diberi kesempatan untuk berkuasa.’ Maka, Sulaiman berkata, ‘Engkau memang hebat!'” (Shifatush Shafwah: 3/198)

Sumber: 99 Kisah Orang Shalih, Muhammad bin Hamid Abdul Wahab, Darul Haq, Cetakan ke-5, Shafar 1430/2009.
(Dengan penataan bahasa oleh redaksi www.KisahMuslim.com)

Previous post

Syaiban Ar-Ra'i Mengelus Telinga Singa

Next post

Tak Jadi Bertemu karena Tahajud

2 Comments

  1. yudi
    January 11, 2011 at 4:47 pm —

    Sebuah hikmah yg bisa diambil sbg contoh.
    mohon ijin utk dishare.
    Jazakallah khoiron …

  2. May 2, 2014 at 10:39 pm —

    semoga ada pemimpin seperti ini di zaman sekarang

Leave a reply