Syaikh Al-Albani Naik Sepeda

Syaikh al-Albani –rahimahullah– bercerita:

“Setelah aku membeli sebidang tanah di luar kota, karena harga tanah di sana murah, aku langsung membangun sebuah rumah lengkap dengan toko. Setelah semuanya beres, aku baru sadar bahwa jarak antara rumahku dengan perpustakaan azh-Zhahiriyyah yang sering aku kunjungi lumayan jauh. Dahulu aku bekerja satu atau dua jam di tokoku sebelum perpustakaan itu dibuka.

Kemudian aku membeli sebuah sepeda, sementara itu baru pertama kali penduduk kota Damaskus menyaksikan pemandangan langka seperti ini, yakni seorang Syaikh bersorban naik sepeda. Wajar saja mereka langsung heran dengan pemandangan ini. Dan pada waktu itu juga ada sebuah majalah yang bernama al-Mudhhik al-Mubkî (lucu yang membuat nangis), yang diterbitkan oleh seorang nasrani. Ternyata dia memasukkan pengalaman ini di majalahnya. Tetapi aku tidak peduli dengan hal remah seperti ini, karena yang paling penting bagiku adalah waktu.”

Sumber: Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah, Edisi 47, hlm.51
Artikel www.KisahMuslim.com

16 comments

  1. Kisah yang Insya Allah sangat menginspirasi yaitu bagaimana seorang ulama kibar dan mahsyur sangat menghargai waktu dan sikap kesederhanaan yang dimilikinya.

  2. subhanallah. .
    semoga rahmat Allah selalu menyelimuti ya syaikh, engkau memberi teladan, dengan sebaik-baik keteladanan. Engkau acuhkan ucapan pencela, demi mendapat rahmat sang maha pemurah. semoga Allah merahmatimu ya syaikh.

Leave a Reply