Kisah Pilihan

Musik Menyebabkan Runtuhnya Islam di Andalusia

Berbicara tentang penyebab musibah yang menimpa umat Islam, sering kita dapati para pakar dan para ahli hanya berbicara dalam tataran teknis atau lingkup yang ditangkap panca indera saja, padahal ada faktor non teknis yang bisa jadi tidak tertangkap oleh indera manusia tapi itulah penyebab utamanya, yaitu dosa. Allah Ta’ala berfirman,

Flashdisk Yufid.TV

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy-Syuraa: 30)

Ali bin Abi Thalib radhiyallahuanhu mengatakan,

مَا نُزِّلَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِذَنْبٍ وَلاَ رُفِعَ بَلاَءٌ إِلاَّ بِتَوْبَةٍ

“Tidaklah musibah turun melainkan karena dosa. Dan musibah tersebut tidak hilang melainkan dengan taubat.” (al-Jawabul Kafi, Hal. 87).

Sama halnya dengan kehancuran sebuah negeri, para pengamat dan sejarawan hanya berbicara pada permasalah pemimpin yang lemah, ekonomi yang morat-marit, bencana alam, dll. padahal ada penyebab yang utama yang menimbulkan penyebab-penyebab di atas, yaitu dosa-dosa yang dilakukan oleh penduduk negeri tersebut. Masyarakatnya adalah orang-orang yang berbuat kemaksiatan, bukan berdakwah dan melakukan perbaikan, mereka malah melupakan agama Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

“Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, sedang penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud: 117)

Hal itu pula yang terjadi di Andalusia, peradaban Islam yang berusia kurang lebih 800 tahun itu akhirnya hancur dengan runtuhnya Kerajaan Granada. Penduduk Andalusia kala itu melupakan Allah, jauh dari ketaatan kepada-Nya, dan sibuk dengan memperebutkan singgasana.

Lalu, apa yang menyebabkan mereka melupakan aturan Allah? Mungkin tidak ada yang menyangka penyebab lalainya penduduk Andalusia ini, karena penyebab ini begitu akrab dalam kehidupan kita sehari-hari, penyebabnya ialah musik. Ya, penduduk Andalusia disibukkan dengan mendengar musik. Musik telah mengalahkan bacaan Alquran mereka, mengalahkan bacaan hadis-hadis mereka, dan melupakan dari menadabburi ayat-ayat Allah Ta’ala.

Orang yang membawa musik ke tanah Andalusia adalah Abu al-Hasan Ali bin Nafi’ (789-857) atau yang lebih dikenal dengan Ziryab.

Siapakah Ziryab?

Ziryab adalah seorang Persia atau Kurdi yang pada awalnya tinggal dan bekerja di Irak lalu tinggal di Andalusia selama 30 tahun. Ia seorang musisi, penggubah lagu, ahli kosmetik, kuliner, fesyen, dan juga menguasai beberapa cabang ilmu pasti. Orang-orang Eropa mengenal Ziryab sebagai bapak kebudayaan.

Kalau hari ini kita gambarkan Ziryab, maka ia layaknya seorang selebriti. Orang-orang memperhatikannya dalam hal mode pakaian, gaya rambut, dan tren kuliner. Ia membuat tren warna dan model pakaian harus mengikuti musim-musim tertentu. Hari ini kita lihat orang-orang meniru tren Ziryab dengan istilah pakaian musim dingin, musim panas, atau musim semi. Ziryab juga mengubah kebiasaan bagaimana sebuah makanan itu dihidangkan atau disantap. Tidak ada seorang pun di Eropa atau di Andalusia secara khusus yang peduli tentang penyajian makanan, dahulu orang-orang menyajikan semua makanan dalam waktu yang sama. Ziryab membaginya menjadi tiga bagian dengan menu-menu yang menyesuaikan. Hari ini kita kenal dengan istilah hidangan pembuka (appetizer), hidangan utama (main course), dan makanan penutup (dessert). Demikian juga dengan gaya rambut, ia membuat tren laki-laki tatanan rambutnya pendek dan rapi, sementara perempuan berambut lebih panjang dan berponi.

Sebagian dari kita mungkin menyangka tatanan modern dalam berpakaian, kuliner, dan gaya rambut masyarakat Eropa saat ini adalah budaya yang terlahir dari kebiasaan mereka sendiri. Kalau Anda menyangka demikian, maka itu adalah kekeliruan. Kebiasaan tersebut terlahir dari seorang muslim yang berasal dari Baghdad, yaitu Ziryab. Bahkan Ziryab mengajarkan masyarakat Eropa menggunakan deodoran, pasta gigi, dan shampo.

Mengajarkan Musik

Setelah menyebutkan nilai-nilai peradaban yang Ziryab ajarkan kepada masyarakat Eropa, ada hal lain yang ia sebarkan di tengah peradaban muslim Eropa dan masyarakat benua biru itu secara umum, yaitu musik. Ketika datang ke Spanyol, Ziryab mendapatkan sambutan hangat dari pemerintah Daulah Bani Umayyah II di sana. Lalu ia pun mendirikan sekolah musik di wilayah kerajaan tersebut. Ia sangat pandai memainkan alat-alat musik, baik alat musik tradisional Arab maupun tradisional daerah setempat.

Melihat sosok Ziryab yang mampu menghibur dengan musiknya, memiliki penampilan yang trendi, mengajarkan cara menikmati makanan yang lebih menyenangkan dll. membuat masyarakat saat itu kagum dan memiliki kecenderungan hati kepadanya. Jangankan orang-orang yang hidup saat itu, tatkala mendengar apa yang diajarkan Ziryab kepada masyarakat Eropa sehingga peradaban Eropa seperti sekarang ini, mungkin di antara kita mulai mengaguminya, padahal apa yang diajarkan Ziryab bukanlah sesuatu yang sifatnya darurat, artinya peradaban manusia tidak punah jika tidak mengetahui apa yang Ziryab ajarkan. Tidak sehebat apa yang ilmuan-ilmuan Islam lainnya ajarkan. Kekaguman tersebut membuat masyarakat mulai meninggalkan membaca Alquran atau berkurang dari biasanya, demikian juga membaca hadis, dan kisah-kisah para ulama yang shaleh. Mereka mulai sibuk dengan music tersebut.

Kebiasaan ini kemudian turun-temurun terwarisi hingga lemahlah umat Islam dan semakin tidak mengetahui ajaran agama mereka. Peristiwa demi peristiwa terjadi dalam sejarah Islam di Andaluisa; berpecah-pecahnya Daulah Umayyah II yang dahulu menjadi satu-satunya kerajaan Islam di Spanyol menjadi Negara-negara kecil atau tha-ifah. Beberapa di antaranya kemudian dikuasai oleh Kerajaan Kristen Eropa. Puncaknya, musibah itu disempurnakan dengan runtuhnya Kerajaan Granada.

Apakah Mendengarkan Musik Berdosa?

Allah Ta’ala berfirman,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih.” (QS. Luqman: 6-7)

Ibnu Mas’ud ditanya mengenai tafsir ayat tersebut, lantas beliau –radhiyallahu ‘anhu- berkata,

الغِنَاءُ، وَالَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ، يُرَدِّدُهَا ثَلاَث َمَرَّاتٍ.

“Yang dimaksud adalah nyanyian, demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia.” Beliau menyebutkan makna tersebut sebanyak tiga kali. (Jami’ul Bayan fii Ta’wilil Qur’an, 20: 127)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ

“Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik…” (HR. Bukhari)

Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat kepada guru yang mengajarkan anaknya, isinya adalah, ”Hendaklah yang pertama kali diyakini oleh anak-anakku dari budi pekertimu adalah kebencianmu pada nyanyian. Karena nyanyian itu berasal dari setan dan ujung akhirnya adalah murka Allah. Aku mengetahui dari para ulama yang terpercaya bahwa mendengarkan nyanyian dan alat musik serta gandrung padanya hanya akan menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. Demi Allah, menjaga diri dengan meninggalkan nyanyian sebenarnya lebih mudah bagi orang yang memiliki kecerdasan daripada bercokolnya kemunafikan dalam hati.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan,

اللَّهُمَّ إلَّا أَنْ يَكُونَ فِي سَمَاعِهِ ضَرَرٌ دِينِيٌّ لَا يَنْدَفِعُ إلَّا بِالسَّدِّ

“Demi Allah, bahkan mendengarkan nyanyian (atau alat musik) adalah bahaya yang mengerikan pada agama seseorang, tidak ada cara lain selain dengan menutup jalan agar tidak mendengarnya.” (Majmu’ Al Fatawa, 11:567)

Penutup

Tentu ada dosa-dosa lainnya yang menyebabkan runtuhnya Islam di Spanyol, namun musik memiliki peranan penting yang menjauhkan umat dari agamanya. Umat Islam tidak tahu mana tauhid dan mana syirik karena mereka tidak mempelajari agamanya. Tidak tahu tata cara ibadah yang benar, dll.

Apakah benar musik melalaikan dari mengingat Allah, Alquran, hadis, dan mempelajari agama? Silahkan kita jawab dengan amalan kita sehari-hari, manakah yang lebih banyak kita dengar atau hafal? Nyanyian, Alquran ataukah hadis?

Banyak orang tertawa, merinding, terenyuh, bahkan menangis ketika mendengar musik, tapi sedikit yang merasakan hal yang sama ketika mendengarkan Alquran.

Sumber:
– Muqaddimah Ibnu Khaldun
– www.saudiaramcoworld.com/issue/200407/flight.of.the.blackbird-.compilation.htm
– muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/saatnya-meninggalkan-musik.html

Oleh Nurfitri Hadi
Artikel www.KisahMuslim.com

Flashdisk Yufid.TV
Previous post

Kesultanan Malaka

Next post

Sejarah Kota Mekah (1/2)

64 Comments

  1. heri
    March 24, 2014 at 6:20 am — Reply

    bagaimana dengan musik nasyid? musik sholawat?

    • March 24, 2014 at 7:44 am — Reply

      kan bisa nasyid-an dan sholawatan tanpa musik mas..

    • Ibnu Idris Okto Fikri
      March 24, 2014 at 2:18 pm — Reply

      nasyid itu kebiasaan bangsa arab, bukan dari islam.

  2. Adang
    March 24, 2014 at 8:33 am — Reply

    Assalammualaikum.
    Maaf mas mau nanya dan klarifikasi.

    Apakah arti dari musik ini adalah Denotasi (makna sebenarnya)?
    Ataukah arti dari musik ini adalah konotasi (makna kiasan) ?

    Karena bila makna konotasi kan artinya adalah segala sesuatu perkataan atau apapun itu yang dapat membuat lupa mengingat Allah?

    Dan lagi apa bedanya sholawat dan musik? bukankah sholawat sekarang bernada dan berirama walaupun tidak diiringi alat musik.

    Kalau makna musik adalah denotasi, apakah ada sejarah sewaktu zaman rosul Muhammad bahwa musik itu diharamkan?

    Terima Kasih.
    Wassalammualaikum

    • March 24, 2014 at 9:44 am — Reply

      Wa’alaikumussalam.

      Maksudnya makna yg sebenarnya pak..
      Sholawat beda dg musik dan nyanyian, bapak sendiri sudah menyebutkan “walaupun tidak diiringi alat musik” berarti kan beda..
      Sejarah di zaman Rasul: Rasul menyebutkan dalam hadis “nanti akan ada yg menghalalkan alat musik” spt dalam artikel di atas. Klo disebutkan “menghalalkan” berarti sebelumnya haram..

      Selengkapnya ttg keharaman musik bisa merujuk ke artikel: http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/saatnya-meninggalkan-musik.html

      Terima kasih kembali pak..
      Wa’alaikumussalam..

  3. supriman
    March 24, 2014 at 2:05 pm — Reply

    Nyanyian yang tanpa musik bagaimana ? Atau mendendangkan syair ?

    • March 25, 2014 at 8:26 am — Reply

      Selama isinya tdk mengantarkan kt kpd perbuatan dosa; kesyirikan, membayangkan lawan jenis, dll. dan jg tidak mengalahkan membaca Alquran atau membuat seseorang terlupa dr mengingat Allah tidak mengapa. Allahu a’lam

  4. Mulyadi
    March 24, 2014 at 3:35 pm — Reply

    Bismillah , afwan klw di Indo biasa di lakukan setelah adzan – sebelum iqamah mereka melantunkan sholawat atau semisal ” tanpa musik”
    Gimana hukum nya ?

    Jazakallah khoiron

    • March 25, 2014 at 8:24 am — Reply

      melantunkan sholawat sblm azan tidak dicontohkan oleh Rasulullah dan sahabatnya.

  5. vicky
    March 24, 2014 at 8:28 pm — Reply

    Assalamualaikum ya ikhwani. Artikelnya sangat bagus mas, ulasannya mengenai dampak musik terhadap seseorang memang luar biasa. Tapi yang saya pertanyakan, kenapa harus diharamkan? Bukankah dulu para sunan di jawa menyebarkan islam memakai media musik, gamelan, wayang, etc? Saya juga gak yakin jika adzan di Indonesia tidak diiramakan akan membuat orang tertarik (yang pake irama aja jarang orang ke masjid). Selain itu, banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa musik itu dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan dan kejiwaan. Jadi kenapa Allah mengharamkan anugerahnya sendiri yg begitu indah?

    • March 25, 2014 at 8:23 am — Reply

      Wa’alaikumussalam..
      terima kasih, semoga artikel2 bermanfaat buat Anda dan umat Islam lainnya.
      Allah dan Rasul-Nya yang mengharamkan musik, bukan pendapat kami pribadi, dan seharusnya hawa nafsu kita, kita tundukkan ketika Allah dan Rasul-Nya telah melarang. Dulu khamr jg dilarang pada saat orang2 Arab sangat kecanduan dengannya mungkin melebihi kecanduan kt thd musik, tp para sahabat menerima perintah tsb dan khamr jg memiliki manfaat.

      Yg kt yakini adalah segala yg Allah perintah adalah baik dan Dia larang adalah buruk wlpn hawa nafsu kita menyukainya.

      Menyamakan alunan azan kemudian nanti ada yg menyamakan alunan tilawah Alquran dg musik dan nyanyian, itu berlebihan..

    • syarif
      March 25, 2014 at 9:32 am — Reply

      Allah tidaklah ditanya, akan tetapi kitalah yang nanti akan ditanya tentang perbuatan/amal kita

  6. Mahogany Furniture
    March 25, 2014 at 1:30 pm — Reply

    benar kesimpulan akhir artikel ini. mari kita instrospeksi diri masing-masing. lebih banyak mana antara nyanyian dan bacaan alquran yg kita perdengarkan / ucapkan sehari-hari..

  7. xxx
    March 26, 2014 at 1:35 am — Reply

    Saya sering dengar musik2 trtentu jdi inget ama Allah n khidupan..masa bgtu jdi dosa..

    • March 27, 2014 at 5:59 am — Reply

      yg menentukan dosa dan tidak itu Allah dan dijelaskan oleh Rasul. bukan cuma perasaaan2 kita..

  8. wesmi
    March 27, 2014 at 1:04 pm — Reply

    terima kasih artikelnya yang sangat bermanfaat, kadang kita dibutakan hawa nafsu… semoga Allah melindungi dan mengampuni,….Amien…

  9. Feri Mulyana
    March 31, 2014 at 1:53 pm — Reply

    Bener sekali bahwa musik itu membuat malas membaca alquran dan meneladani kisah rasul dan sahabat apalagi televisi membuat orang lupa pada qadratnya sampai meremehkan hukum allah. Gara2 film2 abg percintaan yg ada di tv banyak adegan pelukan ciuman dan anak muda terbuai dan ingin menirunya sehingga lupa dengan hukum allah bahwa hal seperti itu haram dan mendekatkan kepada perzinahan. Anak2 islam sudah banyak yg mengangap remeh dosa. Bahkan perzinahan mereka anggap hal biasa. Astagfirullahal’adzim. Anak perempun sekarang sudah tak mau lagi menggunakan jilbab dan lebih memilih menggukan pakaian seksi itu semua karena mencontoh film sinetron dan percintaan yg ada di tv

  10. Rahma Dalimunthe
    April 2, 2014 at 6:20 pm — Reply

    Assalamualaikum mas…
    Artikel nya sangat luar biasa, mampu menggetarkan hati para pembacanya…
    Namun saya masih rada bingung ni mas,
    bagaimana dengan nasyid mas, nasyid juga salah satu nyanyian islam yang “menggunakan alat musik”, nasyid juga sering diperlombakan berdampingan dengan MTQ,
    nah, apakah salah mendengarkan lagu2 nasyid yang dapat menentramkan hati dan mengarah kepada ajaran allah…???
    Dan apakah berdosa bagi para vokalis nasyid tersebut???

    • April 3, 2014 at 10:32 pm — Reply

      Wa’alaikumussalam.
      Yg perlu digarisbawahi nasyid itu bukan nyanyian Islam, tp budaya Arab.
      Prinsipnya selama nasyid itu tidak diiringi alat musik kcuali duf, liriknya tidak bermuatan haram; ttg kesyirikan, mengingat lawan jenis dan semisalnya, dan tidak melalaikan dr Alquran, insya Allah tidak mengapa.

      Ktika mendengar nasyid lebih menyejukkan dr mendengar kalamullah, berarti ada yg salah pada hati kita.

      • dewi
        May 22, 2014 at 10:28 pm — Reply

        ketika mendengarkan musik lebih menyejukkan dari mendengar kalamullah berarti ada yg salah pd hati kita….Subhanallah

  11. Selman
    April 3, 2014 at 11:10 pm — Reply

    Afwan akh, kalau boleh, ana ambil satu contoh kasus, dengan dunia pendidikan di negeri ini saat ini, dalam kesenian di sekolah menengah atas misalnya, seorang siswa dihadapkan dengan pilihan untuk memilih antara jurusan musik atau rupa/gambar…
    dimana keduanya, merupakan hal yang mungkin banyak diperdebatkan, dan untuk musik, seperti yang sudah kita tahu, merupakan hal yang dilarang… menurut antum ini bagaimana ya akh?..
    Syukron Katsir…

    • April 4, 2014 at 10:07 am — Reply

      maaf akhi, setau sy di SMA jg ada pilihan jurusan IPA, IPS, bahasa. mungkin bisa pilih jurusan ini dibanding dua jurusan di atas. Selain lebih aman secara syariat, alternatif utk jurusan di kuliah nanti jg lebih banyak. Jd tdk harus milih musik/seni rupa. Afwan..

      • Selman
        April 4, 2014 at 4:14 pm — Reply

        Afwan, maksud saya bukan itu akh… :)
        u/ mata pelajaran seni maksudnya…. :)

      • Selman
        April 4, 2014 at 4:16 pm — Reply

        Afwan, maksud ana jurusan untuk mata pelajaran seni akh… :)

  12. Selman
    April 3, 2014 at 11:13 pm — Reply

    Afwan, satu hal lagi akh, semisal musik diperdengarkan secara tidak langsung bagaimana ya akh?..
    semisal sebagai soundtrack film, atau iringan film, pun kalau boleh ana ambil contoh, iklan di televisi, nada dering alarm, dsb… itu kiranya bagaimana ya akh?..
    Syukron Katsir…

    • April 4, 2014 at 10:09 am — Reply

      Selama bisa dihindari kita hindari, klo tidak bisa dihindari misal naik angkot lalu ada musik minimal tdk kt nikmati. Afwan..

  13. April 4, 2014 at 9:57 am — Reply

    Baguus, thank’z

  14. albarezi
    April 4, 2014 at 10:01 am — Reply

    Apa tv juga sama dengan music?
    Kalo syair emang jelas haram dalam alqur’an.

    • Ya Rasulullah,,,Ya muhammad..
      December 6, 2014 at 9:33 am — Reply

      jelas jelas tv itu hanya memberikan kemudhoratan…dan yg paling nyata Alquran memberi petunjuk hanya lgsg dr Allah.
      klo berita yg disiarkan dr tv,,,,,ingat Allah Maha Ghaib,Hanya Allah Maha tau ttg yg kita tdk tau,,biarlah berita itu,Allah Maha mengatur dunia ini dan Dialah yg menciptakan.jgn berpedoman dr berita di tv.tp dr Alquran,Petunjuk Allah,petunjuk rasul Allah SWT.

  15. H syarifpodein s
    April 4, 2014 at 11:49 am — Reply

    syukran ya ahwa.izin sheer

  16. Aska yoshikawa
    April 4, 2014 at 2:34 pm — Reply

    Assalamualaikum.
    Bgaimna yg dilakukan para ulama besar di indonesia yg menggunakan musik & lagu utk media da’wah mereka.Sebut saja beberapa contoh yaitu H.Roma irama,Ustadz Jefri & msh bnyak lg.
    Apa tanggapannya..??bknkah ilmu agama mereka tdk bs diragukan lg

    • April 5, 2014 at 2:36 pm — Reply

      Wa’alaikumussalam
      Sehebat apa pun manusia, pendapatnya bisa ditolak, kecuali ucapan Rasulullah. Jangankan H. Roma dll. Imam Syafii pun klo pendapat beliau bertentangan dengan hadis Rasulullah, hadis Rasulullah lebih kita kedepankan..

    • Ya Rasulullah,,,Ya muhammad..
      December 6, 2014 at 9:46 am — Reply

      afwan editor,,saya hanya menambahkan bukan menyalahkan anda.
      tapi menambahkan pendapat yg di tanyakan .

  17. andi mirnawati
    April 14, 2014 at 8:46 am — Reply

    MasyaAllah,alhamdulillah teruskanla dakwah al haq ini akhi smg Allah yang Maha Kuat senantiasa memberi kekuatan .amin

  18. April 16, 2014 at 6:52 pm — Reply

    Assalamualaikum ya akhi..

    Masya Allah, artikelnya sangat bagus dan sangat bermanfaat ya akhi…

    Alhamdulillah, saya yg dulunya seorang pecandu musik, apalagi musik2 asing, sekarang sudah saya hapus dari memory dan saya jauhi, alhamdulillah… :)

    Namun ya akhi, kadang, tidak bisa dipungkiri, ketika letih/lelah sehabis ngerjain tugas kuliah atau betul2 ingin hiburan dikit, saya dengerin lagu2 nasyid, in shaa allah liriknya tauhid illallah dan sirah nabawiyah, apakah ini juga haram ? (Tambahan : mereka gak pake “alat musik”, tapi pake program yg bisa menghasilkan bunyi, jadi kasarannya mereka cuma nyumbang suara aja tanpa mainin alat musik) In shaa allah, saya selalu mengatur jadwal saya, kapan mentadaburi al-qur’an dan kapan utk refreshing, saya takut kalo ternyata hukumnya masih haram…. :(

    Wassalam… :)

    • April 16, 2014 at 10:25 pm — Reply

      Wa’alaikumussalam
      Alhamdulillah, semoga artikel-artikel di website ini terus bermanfaat untuk umat.
      Kami pernah mendegar penjelasan dr Syaikh Abdul Aziz ath-Tharifi, alat musik itu dihindari krn bunyi yg ia keluarkan. ketika suara2 manusia dilantunkan layaknya musik atau hal yg selainnya menggantikan fungsi alat musik dalam menghasilkan bunyi2 tersebut, maka hukumnya sama.

      Semoga Allah memudahkan langkah dan meneguhkan hati kita utk senantiasa menaatinya.

      Wa’alaika as-salam..

  19. agus prasetya
    April 22, 2014 at 4:38 pm — Reply

    artikel sangat bagus…bener sekali sekrang kita umat islam pelan² di rusak akidah kita dengan 3 cara yaitu
    fun,food,fashion
    mungkin salah satunya fun yaitu melalui musik…mudah²an kita semua di sini di beri petunjuk.amin..terima kasih

  20. Eddy Cahyadi
    May 4, 2014 at 10:31 pm — Reply

    Sangat bermanfaat.
    Ijin share, akhi.
    Jazakallahu khoir.

  21. bilal
    July 25, 2014 at 5:02 am — Reply

    musik memanglah bibit dari kemaksiatan.akan tetapi jika kita melantunkan nada dengan maksud berdoa dan hanya untuk berserah diri kepadanya(allah)bukanlah hal yang diharamkan sebagaimana solawat nabi dan syair” keislaman.
    namun ada hal lain di balik musik.sebagaimana bangsa zionis banyak mempengaruhi umat manusia dengan berbagai cara ke seluruh penjuru dunia melalui musik.dari musiklah banyak hal kemaksiatan yang akan bermunculan.mulai dari minuman keras.narkoba dan sex bebas dll.dan di era saat ini musik tak lepas dari itu semua..jika anda memahami maksud dari berbagai seni yang dihadirkan bangsa asing memang tak lain mereka hanya akan menjerumuskan manusia pada ketuhanan terhadap setan..seperti contohnya jika anda pernah melihat tayangan skrilex.lady gaga.bahakan musik metal yang bertuhankan iblis berkepala kambing.jelas itu adalah ketuhanan terhadap setan.

    • July 29, 2014 at 7:13 am — Reply

      Musik berbeda dengan lantunan syair, lebih jauh lagi klo doa dan shalawat disamakan juga. Mohon lebih bijak dalam memahami. Salam..

  22. Aditya
    July 31, 2014 at 11:34 am — Reply

    Makasih mas infonya. Akan saya coba vakum dari musik. Soalnya saya dalam rangka melawan kemalasan dalam diri saya. Wassalam…

  23. Muhammad Galih
    August 18, 2014 at 5:55 pm — Reply

    Saya sangat setuju, efek buruk musik itu luar biasa, mungkin (saya belum pernah minum) lebih berbahaya dari miras, musik membuat kita malas, membuat kita lupa apa yang sedang menunggu kita dan yang paling bahaya musik membuat jiwa kita ‘terpisah’ olehnya

  24. Muhammad
    August 18, 2014 at 6:00 pm — Reply

    Coba Katakan dengan tegas :

    Musik ?

    MASA LALU SAYA

  25. BAHRUDIN
    September 7, 2014 at 10:05 am — Reply

    Hancur setelah beberapa abad lamanya dgn kemakmuran dan kemajuan yg luar biasa. karna tdk mengikuti titah ALLAH dan Rasuinya. haruskah negara kita seperti itu. akan hilang dari julukan negara muslim terbesar. tidakkah kita cinta pada anak cucu dan keturunan kita dimasa depan……..?

  26. Ya Rasulullah,,,Ya muhammad..
    December 6, 2014 at 8:53 am — Reply

    artikelnya sungguh sangat bermanfaat bagi orang orang yg hanya Taat kepada Allah SWT.
    itu sangat benar..
    kita masih banyak harus belajar yg mana tauhid yg mana syirik
    termasuk musik apapun yg kita dengar selain Alquran.
    jika konotasi,nada,dan segala macam ttg musik,lalu bagaimana kita dg Alquran,petunjuk sebenarnya dr Allah SWT,,Hanya dr Allah SWT,apa sdh memahami ilmu tajwid,tanwin,berhentinya,masih banyak lg yg Allah berikan yg NikmatNya luarbiasa untuk kita semua yg di rahmati Allah SWT.
    lalu tidak pernah habisnya kl kita lebih mengaji,mengamalkannya,hadiah,penghargaan,bonus dr Allah SWT.kita membuka situs ini,tentu dg Izin Allah semata yg ikhlas mendapat,mencari ilmu yg sangat bermanfaat bahkan bukan hanya utk di dunia ini saja,tp di akhirat..
    kebahagiaan,cinta,kekayaan,ketenangan,jabatan,kehormatan,ilmu yg ingin kita dapati mgkn selama ini hnya bersifat sementara,bisa kita dapati jika bersifat abadi hanya kepada Allah SWT.ingat,Allah lah yg menciptakan langit dan bumi ini.

    maaf,saya bukan bermaksud menggurui,atau apapun,saya sama makhluk Allah,
    jika di username nya saya pakai kata Ya rasulullah,Muhammad SAW,bukan artinya saya menyebut saya sebagai yg disebutkan,,(perlu dikoreksi,untuk dikoreksi),yg saya maksud dg memakai username yg saya pakai,karena cinta terhadap Allah SWT dan Rasulullah.
    saran saya,,lebih baik kita banyak mendengarkan ayat Allah,dan membacanya serta mengamalkannya.siapa blg klo ngaji gak perlu ilmu utk membacanya,,konotasi musik beda dg konotasi ngaji,konotasi ngaji,nada nya hanya dr Allah SWT lgsg,dan tidak pernah berubah sampai zaman apapun,sdgkn klo musik,nyanyi kita harus nurut sm yg buat lagunya,sama kayak kita,manusia ciptaan Allah SWT.koq mau mengikuti sesama kita,hanya kepada Allah lah yg hrs diikuti,,dan para Rasul Allah SWT.jika dg musik dpt medali.penghargaan apapun lah ,,itu hanya utk didunia saja tdk bs di bawa mati,,klo amalan Allah bs di bawa mati.terimakasih

  27. Ya Rasulullah,,,Ya muhammad..
    December 6, 2014 at 9:05 am — Reply

    tambahan,,,,
    musik apapun itu sejenis nasyid,, atau lainnya.yg judulnya musik,bertema musik,mengatasnamakan musik sangat perlu dihindari,
    selain Alquran,yg turun lgsg dr Allah azzawazala.tdk pernah berubah sampai zaman apapun,musim apapun.petunjuk di jalan Allah SWT.

    jk ada yg syg istri,keluarga klo tdk sayang sm Allah yg menciptakn kita,itu bohong syg istrinya,syg kluarga.hanya kepada Allah lah tempat kita kembali.

  28. Ya Rasulullah,,,Ya muhammad..
    December 6, 2014 at 9:19 am — Reply

    orang yg hanya beriman dan bertakwa kepada Allah,,cerdas membedakan Musik dg Alquran
    alquran tdk memakai nada,tdk memakai konotasi,tdk memakai bid’ah yg terus menerus ngotot mempertahankan menyamai dg musik.bukan nada tp ilmu yg lsg diturunkan dr Allah SWT utk membacanya.ilmu yg tdk pernah berubah dr dan sampai zaman apapun.
    sebigitu ngototnya kah kalian yg mengaku makhluk Allah pengikut Rasulullah,tp terkesannya hampir mengagungkan selain Alquran,astaghfirullahalazim,astagfirullahalazim,astahgfirullahalazim..
    bacalah dulu Alquran sampai anda sendiri tau bedanya.bagaimana bs anda bs mengucapkan lgsg dr mulut anda musik itu,ini,itu,ini,itu,, dg Alquran yg belum tentu anda membaca nya setiap hari,astaghfirullah,,
    sdgkn anda mengatasnamakan anda ISLAM,Makhluk Allah, pengikut Rasulullah ???????????
    lailahaillah,,Tidak ada Ilah yg patut disembah selain Allah SWT.

  29. ahmad
    December 30, 2014 at 4:34 pm — Reply

    barrakallahufiikum…

    Coba ustadz sya tanya tentang rasulullah SAW, yang di sambut kaum anshar di Madinah dngan alunan musik. Dan Rasulullah tidak melarang mereka?
    Terus bagaimana dengan kita sebagai bangsa Indonesia dn dunia, yang di wajibkan menyanyikan lagu Indonesia raya?
    Bagaimana pula dengan lantunan ayat al quran sendiri yang berirama?

    Hadist riwayat bukhari tsb, jga bnyak di perdebatkan oleh para ulama. Terkait ada seorang periwayat yang tidak diketahui namany. Jdi hdis trsebut tdak sharih. Hdis2 lain yng mngharamkan musik juga rata2 bkan hadist shahih.
    asal syairnya tidak mengandung kesyirikan musik ttap dperbolehkan oleh pra ulama.
    Biasanya yang melarang musik itu kbnyakan dri golongan salafi, yng biasa mngambil pdoman dari abdullah ibn abdul wahab yng kita knal sbgai wahabi. Dan ibnu taimiyah dngan ajaran mujassimahnya.
    wallahua’lam

    • December 31, 2014 at 9:49 am — Reply

      Wafikum barakallahu..
      Kisah penyambutan Rasulullah di Madinah, silahkan cek komentar para ulama tentang keshahihan kisah tersebut.
      Klo pun dipaksakan dikatakan shahih, itu cuma pake duff.

      Alquran berirama kan tidak pake musik, mohon dibedakan.. Para ulama juga mengharamkan klo alunan Alquran seperti lagu. Seperti bentuk pelecehan yg beredar di dunia maya, dimana orang membaca Alquran dengan paduan suara seperti nyanyi di gereja.

      Yang mengharamkan musik tidak shahih? Maaf mas, antum selevel ulama hadits mana? karena yg meriwayatkan keharamannya Imam Bukhari dalam shahihnya.
      Mohon berbicara dengan ilmu, bukan dengan berdasarkan tuduhan, emosi, dan sentimen. Semoga Allah memberi petunjuk kita semua..

  30. zilfa
    December 31, 2014 at 12:27 pm — Reply

    perkembangan musik di indonesia kalo diperhatikan juga lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya. dan lebih banyak yang mengarah pada kemaksiatan.

  31. diah
    January 3, 2015 at 7:02 pm — Reply

    Izin share ya,,, jazakallah be khoir

  32. sarif husin
    January 11, 2015 at 11:53 pm — Reply

    Saya sudah lama tidak lagi mendengarkan musik… kecuali bukan atas kehendak seperti menghadiri undangan dsb…. mari kita awali dri diri sendiri

  33. Gery
    January 19, 2015 at 7:34 am — Reply

    Bismillah…

    Terimakasih artikelnya sangat bermanfaat, bagi saya.

    Semoga diri ini, dari hari ke hari diberi nikmat untuk semakin dekat dengan Allah SWT dan semakin lurus berjalan di jalan Allah SWT.

    Aamiin.

  34. abu ghazi
    January 28, 2015 at 9:28 am — Reply

    Barakallohu fiik….ijin share ya akhi

  35. Lagu King
    May 6, 2015 at 5:42 pm — Reply

    wah usaha saya mengunggah lagu, jadi harus dihentikan kah ?

    • May 7, 2015 at 3:02 pm — Reply

      Semoga Allah ganti dengan yang lebih baik..

  36. Muhammad Nur Tonronge
    May 10, 2015 at 8:43 am — Reply

    IJIN SHARE

  37. Eni Nuraeni
    June 28, 2015 at 10:59 pm — Reply

    Assalamu’alaikum..
    Kebetulan beberapa hari yg lalu di kantor saya pada kajian ramadhan membahas ini, sedikit menyinggung “musik adalah salah satu penyebab kehancuran kerajaan islam di spanyol”.
    Tetapi waktu itu ustad menyebutkan pengecualian moment yg diperbolehkan memakai musik, pada hari raya, pada saat perang, dan pada saat acara pernikahan. Wallahu’alam..
    Mohon bantuan jawabnya ya akh..
    Terima kasih..

    Wassalamu’alaikum..

    • July 6, 2015 at 1:56 pm — Reply

      Waalaikumussalam warahamatullah..
      Momen2 tersebut yang dibolehkan hanya dengan duf, bukan dengan gitar dll.

  38. DownMusikMp3
    July 22, 2015 at 12:02 pm — Reply

    Wahh,, setelah baca ini mungkin saya berhenti untuk menshare lagu2 lagi,,

  39. DownMusikMp3
    July 22, 2015 at 12:04 pm — Reply

    setelah baca ini mungkin saya berhenti untuk meng sharte lagu lagu lagi,, terimakasih atas artikelnya

  40. abdullah aslam
    October 19, 2015 at 1:14 am — Reply

    artikel nya bagus tapi,afwan akh boleh ana copas untuk pembuatan majalah?????

    • November 11, 2015 at 12:51 pm — Reply

      Maaf tidak cepat dalam merespon. Silahkan pak..

  41. Reid
    August 24, 2016 at 10:47 am — Reply

    Islam yang terbaik

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *