Wanita Mulia Ibu dari Seorang Pahlawan Belia (Bagian 1)

Abu Qudamah Asy-Syami

Dalam Shifatus Shofwah oleh Ibnul Jauzi dan Masyaraqiul Asywaq oleh Ibnu Nahhas dikisahkan seorang salih yang bernama Abu Qudamah Asy-Syami.

Abu Qudamah adalah seorang yang hatinya dipenuhi kecintaan akan jihad fi sabilillah. Tak pernah ia mendengar akan jihad fi sabilillah, atau adanya perang antara kaum muslimin dengan orang kafir, kecuali ia selalu ambil bagian bertempur di pihak kaum muslimin.

SelengkapnyaWanita Mulia Ibu dari Seorang Pahlawan Belia (Bagian 1)

Muhammad bin Thahir Al-Maqdisi Sang Pemburu Hadis

Muhammad bin Thahir Al-Maqdisi

Tercantum dalam biografi seorang hafizh dan ahli Maqdisi. Lahir di Baitul Maqdis tahun 448 H, dan wafat tahun 507 H. Tercantum pula dalam biografinya yang terlampir di akhir-akhir kitabnya Al-Jam’u Baina Rijalish Shahihain, Hal. 633, sebagai berikut:

As-Sam’ani menuturkan, “Aku mendengar beberapa Syaikh berkata, ‘Muhammad bin Thahir Al-Maqdisi pernah berjalan dalam satu malam hampir sejauh 17 farsakh. Biasanya ia berjalan dalam sehari semalam sejauh 20 farsakh. Ia mengikuti madzhab Dawud – yakni madzhab zhahiriyah –. Ia adalah salah seorang pengembara yang mencari hadis.

SelengkapnyaMuhammad bin Thahir Al-Maqdisi Sang Pemburu Hadis

Ibrahim Al-Harbi dan Buku-Bukunya

Ibrahim Al-Harbi dan Buku-Bukunya

Khathib Al-Baghdadi berkata dalam Tarikh Baghdad, VI: 31, Ibnu Abu Ya’la dalam Thabaqatul Hanabilah I: 86-88, dan Syamsuddin An-Nablusi dalam Mukhtasar-nya hal. 51 dan 294, tentang biografi Ibrahim bin Ishaq Al-Harbi (lahir tahun 198 H, dan wafat tahun 285 H di Baghdad). Ia seorang imam dan simbol dalam hal ilmu, kezuhudan, fiqih, hadis, sastra, dan bahasa,

SelengkapnyaIbrahim Al-Harbi dan Buku-Bukunya

Ibunda Urwah bin Zubair (Bagian 2)

Asma Pemilik Dua Ikat Pinggang

Syahdan, ketika itu Abu Bakar sedang berkemas mempersiapkan segalanya untuk hijrah bersama kekasihnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia telah menyewa seorang ahli penunjuk jalan yang akan menghantarkannya ke Madinah. Disiapkannya pula dua ekor unta sebagai kendaraan pribadi sembari menunggu perintah Rasulullah untuk mulai berhijrah.

SelengkapnyaIbunda Urwah bin Zubair (Bagian 2)