Salman Bagian dari Ahlu Bait

Ibnu Sa’ad, Hakim dan lainnya meriwayatkan dari jalur Katsir bin Abdillah bin Amru bin Auf Al-Muzani, dari ayahnya, dari kakeknya bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengukur parit lantas membagi setiap sepuluh orang (menggali) 40 hasta. Kemudian kaum Muhajirin dan kaum Anshar berebut Salman, maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Salman bagian dari kami, Ahlu Bait.”

SelengkapnyaSalman Bagian dari Ahlu Bait

Sebuah Mukjizat Yang Tidak Benar

kisah nabi muhammad

Kisah Muslim – Ibnu Ishaq berkata, “Sa’id bin Maina berkata kepadaku bahwa diceritakan kepadanya, bahwa seorang putri Bisyir bin Sa’ad, saudari Nu’man bin Bisyir mengatakan, ‘Ibuku, Amrah binti Rahawah, memanggilku. Lantas ia memberiku satu genggam kurma yang dimasukkan ke dalam bajuku, kemudian berkata, ‘Putriku, pergilah ke ayah dan pamanmu Abdullah bin Rawahah untuk mengantar makan siang mereka berdua….’ aku melewati Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda, ‘Kemarilah wahai anak, apa yang engkau bawa ini?’Aku menjawab, ‘Wahai Rasulullah, ini kurma….” Beliau bersabda, “Bawalah kemari.” Lantas aku menuangkannya di kedua telapak tangan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Ternyata kurma itu tidak memenuhi kedua telapak tangan beliau. Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam meminta kain dan dibantangkan di hadapan beliau. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam meletakkan kurma di atas kain itu.

SelengkapnyaSebuah Mukjizat Yang Tidak Benar

Penduduk Tsaqif Mengajukan Syarat Tidak Diwajibkan Shalat

Imam Ahmad berkata dalam Musnad-nya, Affan bercerita kepada kami, Hammad bin Maslamah bercerita kepada kami, dari Humaid, dari Hasan, dari Utsman bin Abi Ash bahwa delegasi kabilah Tsaqif mendatangi Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau menjamu mereka di masjid dengan harapan hati mereka lebih terbuka. Kemudian mereka mengajukan syarat kepada beliau bahwa mereka tidak diwajibkan berangkat jihad, tidak diwajibkan memberikan sepersepuluh harta mereka, tidak diwajibkan shalat, serta tidak ditugaskan memimpin mereka selain dari kalangan mereka sendiri. Maka Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalian berhak untuk tidak berangkat jihad, tidak memberikan sepersepuluh harta, dan tidak ditugaskan memimpin kalian selain dari kalian sendiri.” Kemudian beliau bersabda, “Namun, tidak ada kebikan dalam satu agama yang tidak ada rukuk (baca; shalat) padanya.

SelengkapnyaPenduduk Tsaqif Mengajukan Syarat Tidak Diwajibkan Shalat

Kisah Tak Nyata: Tentang Abu Dzar Radhiallahu ‘anhu

Semoga Allah Merahmati Abu Dzar, Ia Berjalan Seorang Diri

Saat membicarakan perang Tabuk, Ibnu Ishaq meriwayatkan, “Abu Dzarr mencela untanya. Ketika unta itu terlalu lamban berjalan, ia mengambil bekalnya dan menggendongnya. Kemudian berjalan kaki ia berangkat menelusuri jejak Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Sementara itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tengah beristirahat. Saat seorang muslim memandang jauh ke padang pasir, ia berkata, ‘Wahai Rasulullah, ada orang berjalan kaki seorang diri.’ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Semoga ia Abu Dzar.’ Setelah orang-orang mencoba mengamatinya dari kejauhan, mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, demi Allah, ia adalah Abu Dzarr.’ Lantas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan, ‘Semoga Allah merahmati Abu Dzarr, ia berjalan kaki seorang diri, mati seorang diri, dan dibangkitkan seorang diri’.”

SelengkapnyaKisah Tak Nyata: Tentang Abu Dzar Radhiallahu ‘anhu