Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan Bapaknya di Hari Kiamat

kisah nabi ibrahim 7

You may also like...

7 Responses

  1. Salim Mahmud says:

    Allaah tidak memandang siapapun hatta bapak dari Ibrahim sendiri, sudah masing-masing saja bertanggung jawab dihadapan Allah, seorangpun tidak ada yang bisa menolongnya, S.2: 48, Wattaquu yaumal laatajzii nafsun `an nafsin syai aa, walaa yuqbalu minhaa syafaa tun walaqbalu minhaa `adlun walaaum yunsharuuna), ungat, tidak ada syafaat apapun, tidak diterima permohonan mereka dan tidak ada pertolongan. ingatlah pengampunan dosa hanyalah didunia.diakhirat tinggal menikmatinya

  2. ryan says:

    majulah pemuda islam aamin

  3. oktavpermadi says:

    Mari saudara2Ku kaum muslimin/muslimah kita selaku anak dari orangtua kita ,menjadi orangtua bagi anak2 kita jangan pernah bosan untuk selalu mengajak mereka untuk beribadah taat beragama tunduk akan segala perintahnya .yakinkan mereka bahwa hari pembalasan benar adanya ,sadarkan pada mereka yang telah melampaui batas jauh dari ajaran2 islam al-qur’an Dan sunnah rosulnya .wasalam

  4. menurut saya kisah nabi ibrahim sangat bagus dan menarik

  5. Rian afriani says:

    bukankah seorang anak bisa mengajak orang tuanya ke syurga ya? mohon diluruskan.. setau saya ada ayat di alquran bahwa alloh akanmengumpulkan orang-orang bersama orang-orang yang mereka cintai di dunia, mungkinkah kemurungan nabi ibrahim as bisa membuat Alloh mengampuni ayahnya nabi Ibrahim

    • hadi says:

      Mengumpulkan orang yang beriman bersama keluarga mereka, jika keluarga mereka beriman juga.

      “Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Ath-Thur: 21)

    • Satriyo says:

      Saya rasa dalam Alquran juga pada riwayat nabi dan rasul banyak diberikan pelajaran bahwa hidayah itu datangnya hanya dari Allah SWT. Yaitu, kisah Istri nabi Luth, anak nabi Nuh, ayah nabi Ibrahim bahkan Paman Rasullullah Muhammad SAW pun tetap meninggal dalam keadaan belum bersyahadat. Dan yang juga kita ketahui, kesungguhan semua utusan Allah SWT tersebut untuk berdakwah kepada orang yang mereka sayangi pastinya tidak ada yg mengingkarinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>