Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan Bapaknya di Hari Kiamat

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Pada hari Kiamat kelak, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam bertemu dengan ayahnya, Azar, sementara wajah Azar hitam kelam dan berdebu. Lantas Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata kepadanya, ‘Bukankah saya pernah melarangmu agar tidak durhaka kepadaku?’ Ayahnya menjawab, ‘Hari ini aku tidak akan durhaka kepadamu.’ Lalu Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata, ‘Ya Rabbi! Sungguh, Engkau telah berjanji kepadaku agar Engkau tidak menghinakan aku pada hari mereka dibangkitkan. Lalu kehinaan apalagi yang lebih hina daripada keadaan ayahku yang dijauhkan dari rahmat-Mu?’ Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Sesungguhnya Aku mengharamkan surga bagi orang-orang kafir.’ Selanjutnya ditanyakan kepada kepada Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, ‘Wahai Ibrahim! Apa yang ada di bawah kedua kakimu?’ Beliau pun melihat di bawahnya, ternyata di situ terdapat sesosok anjing hutan yang berlumur kotoran terlihat sedang tertunduk, lalu kaki-kakinya diikat dan dilemparkan ke dalam neraka.”

(HR. Al-Bukhari)

Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Artikel www.KisahMuslim.com

17 thoughts on “Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam dan Bapaknya di Hari Kiamat”

  1. Allaah tidak memandang siapapun hatta bapak dari Ibrahim sendiri, sudah masing-masing saja bertanggung jawab dihadapan Allah, seorangpun tidak ada yang bisa menolongnya, S.2: 48, Wattaquu yaumal laatajzii nafsun `an nafsin syai aa, walaa yuqbalu minhaa syafaa tun walaqbalu minhaa `adlun walaaum yunsharuuna), ungat, tidak ada syafaat apapun, tidak diterima permohonan mereka dan tidak ada pertolongan. ingatlah pengampunan dosa hanyalah didunia.diakhirat tinggal menikmatinya

  2. Mari saudara2Ku kaum muslimin/muslimah kita selaku anak dari orangtua kita ,menjadi orangtua bagi anak2 kita jangan pernah bosan untuk selalu mengajak mereka untuk beribadah taat beragama tunduk akan segala perintahnya .yakinkan mereka bahwa hari pembalasan benar adanya ,sadarkan pada mereka yang telah melampaui batas jauh dari ajaran2 islam al-qur’an Dan sunnah rosulnya .wasalam

  3. bukankah seorang anak bisa mengajak orang tuanya ke syurga ya? mohon diluruskan.. setau saya ada ayat di alquran bahwa alloh akanmengumpulkan orang-orang bersama orang-orang yang mereka cintai di dunia, mungkinkah kemurungan nabi ibrahim as bisa membuat Alloh mengampuni ayahnya nabi Ibrahim

    • Mengumpulkan orang yang beriman bersama keluarga mereka, jika keluarga mereka beriman juga.

      “Dan orang-oranng yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (QS. Ath-Thur: 21)

    • Saya rasa dalam Alquran juga pada riwayat nabi dan rasul banyak diberikan pelajaran bahwa hidayah itu datangnya hanya dari Allah SWT. Yaitu, kisah Istri nabi Luth, anak nabi Nuh, ayah nabi Ibrahim bahkan Paman Rasullullah Muhammad SAW pun tetap meninggal dalam keadaan belum bersyahadat. Dan yang juga kita ketahui, kesungguhan semua utusan Allah SWT tersebut untuk berdakwah kepada orang yang mereka sayangi pastinya tidak ada yg mengingkarinya.

  4. Alhamdulillah,dengan izin ALLAH SWT akhirnya saya menemukan website ini yang Insyaallah saya yakin dan percaya artikel di dalamnya memuat tulisan yang sangat berguna bagi pengetahuan tentang agama dan sangat bermanfaat untuk mermperkuat keimanan dalam ke tauhidan…..Assalamu’alaikum Warahmatullah

  5. sangat mendidik dan penuh dgn manfaat, semoga kita termasuk orang-orang yg mencintai Allah dan para Rasulnya dan begitu pun semoga Allah SWT mencintai dan menyayangi kita semua untuk tetap taat d’jalannya dlm mengarungi kehidupan ini. amin amin amin . . .

Leave a Comment