Abu Salamah bin Abdul Asad

Abu Salamah adalah salah seorang sahabat pertama yang hijrah ke Madinah. Ia menikah dengan Ummu Salamah. Sepeninggalnya, istrinya dinikahi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ini menunjukkan bahwa Abu Salamah bin Abdul Asad adalah seorang sahabat yang mulia.

Nasabnya

Nama dan nasab Abu Salamah bin Abdul Asad adalah Abdullah bin Abdul Asad bin Hilal bin Abdullah bin Amr bin Makhzum al-Makhzumi. Bani Makhzum adalah salah satu kabilah kuat di Kota Mekah. Ibunya adalah Barrah binti Abdul Muhtalib. Artinya, dari sisi ibunya, ia merupakan sepupu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Abdullah bin Abdul Asad ini lebih dikenal dengan kun-yahnya, Abu Salamah, dibanding nama aslinya. Dan ini terjadi pada banyak sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam al-Ishabah, Ibnu Hajar mengatakan, “Dulu namanya adalah Abdu Manaf. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menggantinya dengan Abdullah.

Menikah

Abu Salamah menikah dengan seorang wanita yang luar biasa. Dialah Ummu Salamah Hind binti Abi Umayyah.

Memeluk Islam

Ibnu Hajar meriwayatkan kisah keislamannya dalam al-Ishabah. Ibnu Ishaq berkata, “Abu Salamah memeluk Islam setelah sebelumnya didahului oleh sepuluh orang saja.” Artinya, ia termasuk orang-orang yang pertama memeluk Islam. Ia memeluk Islam berbarengan dengan keislaman Utsman bin Mazh’un, Ubaidah bin al-Harits bin al-Muthalib, dan Abdurrahman bin Auf. Yaitu sebelum Nabi berdakwah di Darul Arqam (al-Ishabah, 3/586).

Peranannya

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ashim di awal-awal hadits Ibnu Abbas. Orang pertama yang mengambil kitabnya dengan tangan kanan adalah Abu Salamah bin Abdul Asad. Dan orang pertama yang mengambil kitabnya dengan tangan kiri adalah saudaranya, Sufyan bin Abdul Asad.

Abu Salamah termasuk orang yang pertama hijrah ke Madinah. Ibnu Mandah menambahkan, “Yang pertama juga ke Habasyah.” Musa bin Uqbah dan selain dia dari kalangan penulis al-Maghazi menyebutkan bahwa Abu Salamah adalah seorang yang hijrah ke Habasyah. Kemudian ke Madinah. Dan juga turut serta dalam Perang Badr.

Wafatnya

Al-Baghawi menukil ucapan Abu Bakar bin Zanjuyah, ia mengatakan, “Abu Salamah wafat tahun 4 H. Sepulangnya dari Uhud. Di perang itu, ia mengalami luka. Dan karena luka itulah ia meninggal dunia. Rasulullah memujinya dengan menyebutkan hal-hal tertentu.”

Ibnu Saad mengatakan, “Abu Salamah adalah seorang yang turut serta dalam Perang Badr dan Uhud. Lalu ia terluka di Perang Uhud. Lalu Nabi mengirim pasukan menuju Bani Asad di bulan Shafar tahun 4 H. Saat ia kembali, lukanya semakin parah. Hingga ia wafat di bulan Jumadal Akhiroh karena luka itu.”

Diterjemahkan dari: https://islamstory.com/ar/artical/33991/أبو_سلمة_بن_عبد_الأسد

Oleh Nurfitri Hadi (IG: nurfitri_hadi)
Artikel www.KisahMuslim.com